POJOKSATU.id, SEORANG YouTuber muslim Korea, Daun Kim, harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah berniat membangun masjid di daerah Incheon-Seoul, dengan penggalang dana dari follower-nya.

Dilansir dari wowkdrama, Senin, 13 Mei 2025, disebutkan Kantor Polisi Mapo di Seoul mengumumkan bahwa ada pengaduan yang telah diajukan pada tanggal 8 Mei terhadap Daud Kim.

Ini setelah Daud Kim mengumpulkan sumbangan atas nama pembangunan masjid melalui rekening pribadinya dengan nama lahirnya, Jaehan.

Federasi Gereja-Gereja Islam Korea yang mengetahui hal ini mengeluarkan pemberitahuan bahwa “Semua anggota Muslim yang tergabung dalam Federasi terdaftar atas nama denominasi agama, dan pendaftaran keanggotaan serta penggalangan dana atas nama individu tidak diperbolehkan".

Baca Juga: Giliran Calon Mertua Ayu Ting Ting Bersuara, Minta yang Menuduh Lettu Fardhana Cowok Red Flag Sertakan Bukti

Selain itu, menurut Undang-Undang terkait Donasi, ketika mengumpulkan donasi melebihi 10 juta Won, rencana pengumpulan dan penggunaan donasi harus didaftarkan pada pemerintah setempat.

Namun, Daud Kim diketahui tidak menyampaikan rencana tersebut kepada pemerintah setempat saat menggalang dana besar-besaran untuk pembangunan masjid tersebut.

Daud Kim mengaku telah membeli tanah seluas 284,4㎡ di Unbuk-dong, Yeongjong-do, Jung-gu, Incheon seharga 189,2 juta won (-+ Rp2,3 Miliar) dan sudah membayar uang muka sebesar 20 juta Won.

Banyak umat muslim yang juga menyumbang ke rekening pribadi Daud Kim untuk membantu membangun masjid di daerah Incheon itu.

Baca Juga: Deretan Artis Ini Diserukan Agar Diblok Gegara Tak Pernah Speak Up soal Palestina, Grup Blackpink dan BTS Urutan Teratas

Kemudian, faktanya, lahan yang dibeli Daud Kim itu sulit untuk dibangun fasilitas bangunan, ditambah adanya penolakan dari masyarakat sekitar.

Setelah itu, dia membatalkan kontrak dan pembangunan Mesjid pun dibatalkan. Menurut, infonya Daud Kim telah mengumpulkan dana sebesar 180 Juta Won (-+ Rp2,1 Milyar).

Kemudian, belakangan, dia juga diketahui ingin membangun masjid lagi di Daegu setelah di Kawasan Incheon ditolak warga.

Pada tanggal 13 April dia membuat postingan, bahwa baru membeli tanah dengan sertifikat untuk membangun masjid.

Baca Juga: Meisya Siregar Heran Masih Banyak Warga Indonesia yang Tutup Mata dengan Peristiwa Genosida di Gaza

Kemudian menuliskan rekening pribadinya bagi siapapun yang ingin ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan masjid tersebut

Hal ini juga mendulang kontroversi, karena lagi-lagi donasi pakai rekening pribadi. Setelah banyak kritikan, Daud membuat klarifikasi di Instgaram-nya beberapa hari kemudian.

Dalam klarifikasi itu, dia juga membantah tuduhan kasus lamanya yang disebutkan pernah melecehkan seorang perempuan.

Dia memastikan telah memulangkan donasi yang sudah terlanjur masuk dari netizen.

Baca Juga: JANGAN KECELE NASIONAL, BUKAN DI LMS PMM! Ini loh 2 Link dan Tanda Dapat Undangan PPG Daljab 2024

"Mengenai Masjid Daegu, saya mengembalikan semua uang yang saya terima kepada mereka. Saya hanya membantu mereka. Saya tidak pernah melecehkan siapa pun. Saya belum pernah memukul siapa pun. Saya tidak pernah menipu siapapun," ungkapnya.

Daud mengatakan kalau semua tuduhan itu benar, tentu dirinya sudah lama dijerat hukum.

"Jika salah satu di antaranya benar, saya harus dihukum secara hukum. Yang pasti saya tidak pernah menerima hukuman apa pun dari otoritas public," tegasnya.

Daud pun menjelaskan kalau gosip itu semua sengaja dimunculkan untuk menghadang niatnya membangun masjid.

Baca Juga: Perkuat Kolaborasi Pendidikan antara Indonesia dan Malaysia, Kemenag Beri Beasiswa Double Degree untuk Mahasantri Berprestasi Ma'had Aly

"Jangan terkecoh dengan kebohongan orang-orang yang takut dengan penyebaran Islam di Korea. Allah mengetahui segalanya. Niatku hanya untuk Allah. Saya tidak akan pernah menyerah dalam membangun masjid di Korea. Terima kasih," pungkas Daud Kim. ***