POJOKSATU.id, AGENSI grup BTS, BigHit Music merilis pernyataan resmi terkait ancaman Tindakan hukum terhadap siapapun yang memfitnah RM dkk. Ini dilakukan setelah banyak sekali hoaks di media social di tengah perseteruan CEO Ador, Min Hee Jin dan perusahaan label HYBE.
BTS ikut terseret karena dijadikan 'tameng' bagi HYBE dan Min Hee Jin saat klarifikasi perseteruan keduanya yang membuat heboh.
Salah satunya, ketika isu Pay for play (payola) digaungkan haters terhadap BTS. Awalnya praktik ilegal dalam industri musik dengan membayar ke radio untuk memutar lagu ituduhkan ke grup NewJeans dan ILLIT, namun kemudian malah BTS juga dijadikan sasaran.
Dimana seluruh prestasi BTS mulai dari Billboard Hot 100 dan sejenisnya dianggap diraih lewat payola.
Baca Juga: Jika Benar PPG Daljab 2024 Mendaftar Kemana? Ini yang harus Dipersiapkan dan Dilakukan
Sebaran hoaks itu tersebar luas di aplikasi X, hingga membuat tak nyaman ARMY-fans BTS, apalagi RM dkk sedang menjalani wajib militer (Wamil).
Dan, isu lainnya adalah saat haters mempertanyakan album baru RM. Mereka mempertanyakan bagaimana mungkin orang yang lagi wamil bisa beraktivitas memproduksi lagu.
Padahal, yang haters tidak ketahui adalah seluruh member BTS Bersama agensi sudah jauh hari menyiapkan projek lagu. Semua sudah terjadwal dan sesuai urutan rilis.
Tahun lalu, J-Hope sebagai member pertama merilis album solo debut, kemudian RM dan seterusnya. Dan, tahun ini juga sama, setelah J-Hope, giliran RM dan member lain menyusul.
Baca Juga: MNC Group Akhirnya Izinkan Nobar Indonesia vs Uzbekistan, Tapi Wajib Penuhi Dua Syarat Ini
Tanggal rilis album RM tahun yang sama dengan NewJeans pada 24 Mei 2024 juga dikaitkan dengan perseteruan Min Hee Jin dan HYBE.
Agensi BTS, BigHit Music menegaskan mereka tak main-main menindak siapapun yang telah menyebarkan hoaks.
"Kami ingin memberi tahu kalian tentang proses hukum yang diambil untuk melindungi hak-hak member BTS," tegas agensi dalam siaran pers di Weverse, Minggu, 28 April 2024.
BigHit mengatakan telah melihat bahwa serangan fitnah yang bertujuan untuk menodai dan memfitnah para artis mereka telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir.
"Selain itu, upaya jahat untuk mencemarkan nama baik, mempermalukan, dan mengejek para artis atau menyebarkan rumor dan informasi tidak berdasar sudah menjadi hal yang berlebihan," ungkap agensi.
"Perusahaan memandang tindakan ini sebagai pelanggaran berat terhadap hak artis dan akan menanggapinya dengan tegas, dengan bekerja sama dengan firma hukum lain untuk memperkuat tindakan hukum kami yang ada," tegas agensi.
Saat ini BigHit sedang mengumpulkan bukti postingan berbahaya melalui pemantauan real-time saat ini.
"Kami akan mempertahankan kebijakan tanpa toleransi dan menangani masalah ini dengan ketat, tanpa keringanan hukuman atau penyelesaian. Terima kasih," pungkas agensi. ***

