POJOKSATU.id, KOMIKA Babe Cabita meninggal dunia, Selasa, 9 April 2024 pada udia 34 tahun. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, dia berjuang keras sembuh dari penyakit anemia aplastik.

Ya, penyakit langka anemia aplastik ini sudah diderita Babe Cabita sejak tahun 2023. Itu setelah kondisi dirinya drop dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama dua minggu ini.

Babe Cabita mengikuti rangkaian pemeriksaan medis dengan dugaan awal terserang DBD. Dan, setelah 14 hari, pemilik nama Priya Prayogha Pratama itu akhirnya mengetahui penyakit apa yang dideritanya.

Baca Juga: Innalillahi, Komika Babe Cabita Meninggal Dunia di RS Mayapada Lebak Bulus

Dia menyebut mengidap penyakit langka yaitu anemia aplastik. Ini diketahui setelah dia menjalani pengambilan sumsum tulang belakang atau dikenal dengan Bone Marrow Puncie (BMP) atau Aspirasi Sumsum Tulang, tindakan medis untuk mendiagnosis penyakit kelainan darah dengan akurat.

Pada penuturannya di Instagram pada 16 Juni 2023 lalu, trombositnya dan sel darah merahnya turun terus begitu juga darah putihnya.

"Akhirnya diambil BMP pengambilan sumsum tulang belakang," ujarnya.

Baca Juga: Kafe Planologi

Babe menjelaskan proses penyedotan sumsum tulang belakangnya. Dia dibius, kemudian serasa ada sedotan besar yang dipasang di tulang ekornya.

"Ternyata penyakit aku cukup langka dan unik, namanya anemia aplastik. Intinya imun aku itu memakan darah merah, putih, semua dimakan sama dia. Dimakanin darah-darah aku," jelasnya.

Mengenal Penyakit Anemia Aplastik

Dilansir dari halodoc, ini adalah satu dari berbagai jenis kelainan darah yang terjadi, karena kegagalan sumsum tulang untuk menghasilkan sel darah.

Baca Juga: Tanpa Prifad, Ini Ganda Putri Andalan Indonesia di Kejuaraan Asia BAC 2024, Langsung Dapat Lawan Berat

Pada kondisi ini, sumsum tulang tidak dapat memproduksi salah satu atau seluruh sel darah, termasuk sel darah merah, sel darah putih, dan platelet.

Kondisi ini membuat tubuh lelah dan lebih rentan terhadap infeksi dan pendarahan yang tidak terkontrol. Kondisi ini dapat terjadi secara tiba-tiba, atau bisa datang perlahan dan memburuk seiring waktu. Gejalanya bisa ringan atau berat.

Perawatan yang bisa pengidap lakukan termasuk obat-obatan, transfusi darah atau transplantasi sel induk, atau juga dikenal sebagai transplantasi sumsum tulang.

Baca Juga: Tasya Revina Bongkar Kelakuan ART-nya lewat Rekaman CCTV, Mencuri Uang Belanja Bulanan hingga Bawa Kabur Barang-barang Mewah di Rumah

Biasanya anemia aplastik membuat kondisi penderitanya mudah mengantuk, lemas, merasa lemah, pucat, pusing atau nyeri kepala, sesak napas, nyeri dada, jantung berdebar-debar, demam juga mudah sakit.

Setelah itu, Babe Cabita harus mengurangi berbagai kegiatannya. Dan, dari postingan sang istri, Zulfati Indraloka, kondisi suaminya drop lagi pada Maret 2024.

Dia mengunggah foto menggenggam tangan Babe Cabita yang terbaring lemah di rumah sakit. Dia berdoa untuk kesembuhan suaminya.

Baca Juga: Bantah Pertanyaan Sang Ibu Nikita Mirzani soal Dideportasi dari Inggris, Lolly : Itu Bohong

"Kami haqqul yakin, Allah tidak mungkin membebani masalah di luar kemampuan kami. Kami yakin, di setiap yang kami lalui saat ini Allah juga udah mengirimkan jalan keluar terbaik-Nya. Kami yakin dan kami tetap akan Sabr," tulisnya pada caption postingannya.

Dan, Tuhan punya takdir lain. Selamat jalan Babe Cabita. ***