POJOKSATU.id, AKTOR Fedi Nuril kembali mengkritik keras hal yang berkaitan dengan Prabowo Subianto. Kali ini, bukan soal Pemilihan Umum (Pemilu), melainkan pemberian pangkat jenderal kehormatan.
Fedi Nuril mempertanyakan Presiden Jokowi yang memberikan pangkat jenderal kehormatan ke Prabowo. Padahal menurutnya, Ketua Umum Gerindra itu terlibat dengan isu HAM 1998.
Fedi Nuril mengingatkan bahwa Prabowo pernah diberhentikan dari dinas kemiliteran karena terlibat penculikan aktivis 1997/1998. Dan, seharusnya tidak tepat diberikan pangkat jenderal kehormatan.
Baca Juga: Terjun ke Politik Tak Didukung, Selvi Kitty Akui Itu Pemicu Perceraiannya dari Rangga Ilham
Meski di satu sisi, meski anti Prabowo mencalonkan diri sebagai calon presiden, dia tetap bisa menerima kalau nantinya duet Gibran itu menjadi orang nomor satu di Indonesia.
Gue bisa terima Prabowo jadi presiden karena dipilih sebagian besar rakyat.
Tapi, diberikan pangkat jenderal kehormatan bintang 4?," tulisnya di aplikasi X, Jumat, 1 Maret 2024.
Dia menunjukkan serius menyoroti pelanggaran HAMKronik penculik aktivis dan kekerasan negara 1998 dengan membaca buku 'Kronik penculik aktivis dan kekerasan negara 1998'. Dia juga mengunggah selfie dengan buku itu.
Baca Juga: Di Luar Prediksi, Ternyata Artis Inisial 'J' Sahabat V BTS Itu Aktor Jackie Chan
"Salah satu cara supaya gue tidak lupa adalah dengan menikmati buku ini pelan-pelan seperti ketika sedang menikmati nasi Padang pakai telur dadar dan gulai cincang," sentilnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi disorot setelah memberi pangkat istimewa kepada Prabowo Subianto sebagai Jenderal Kehormatan TNI dalam acara Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri di Jakarta, Rabu, 28 Februari 2024.
Jokowi menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 13/TNI/Tahun 2024 tanggal 21 Februari 2024 tentang penganugerahan pangkat secara istimewa berupa jenderal kehormatan untuk Prabowo.
Baca Juga: Pernah di Fase Kaget Ibu Kota, Marion Jola Terbuai Pergaulan di Kelab Malam hingga Mabuk-mabukan
Prabowo purna tugas dari Angkatan Bersenjata RI (ABRI) dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal atau bintang tiga. Sebelum diberhentikan dari dinas kemiliteran karena terlibat penculikan aktivis 1997/1998.
Seperti diketahui, Fedi Nuril beberapa bulan ini terus mengkritik Prabowo-Gibran sebagai capres dan cawapres 2024. Dia bahkan berseteru dengan pendukung paslon nomor 2 itu di X. ***

