POJOKSATU.id, PENYANYI Marion Jola mengakui pernah ada di fase star syndrom, merasa paling artis, paling terkenal dan segalanya. Itu dialaminya saat jadi finalis Indonesian Idol tahun 2017-2018.
Marion Jola terang-terangan mengakui dirinya sangat star syndrom waktu itu. "Pas zaman Idol, gua benar-benar star syndrom banget," ujarnya kepada komika dan host Praz Teguh di YouTube Deddt Corbuzier, Kamis, 29 Februari 2024.
"Rasanya kayak terkenal banget, karena waktu itu gua di Idol langsung trending satu, banyak pemberitaan. Jadi gua merasa kayak semua orang kenal, semua orang tahu. Jadi gua kemana-mana pakai make up tebal banget, kayak ondel-ondel," jelas Marion Jola.
Dijelaskanya sebelum masuk Idol memang sudah menjadi selebgram Kupang tanah kelahirannya. Namun, baru merasakan ketenaran saat ikut Indonesian Idol.
"Jadi gua memang famous di Kupang kayak banyak pembencinya, di-hate, hate gitu juga sama orang-orang. Zaman itu selebgram belum profesi yang orang orang paham. Saat itu gua memulai sendiri, belum terkenal banget," ungkapnya.
Lala-sapaan Marion Jola, menjelaskan memang suka menyanyi sejak kecil. Mulai dari tarik suara di gereja, membantu cover dan festival temannya, namun belum menghasilkan uang.
"Kecil lomba (nyanyi di gereja) menang, sudah besar enggak (menang). Pas di Idol juara (enam besar) baru aku star syndrom," sebutnya.
Saat meraih ketenaran di Indonesian Idol, Lala merasa kaget dengan kehidupan ibu kota, setelah selama ini hanya bergaul di Kupang.
"Karena gua anak SMA pergaulan kupang doang, lingkungan itu-itu aja," ujarnya.
Namun, Marion Jola mengakui star syndrom itu berlangsung tak lama. Karena, dia menyadari ketenarannya saat itu juga dimiliki artis lain dan berganti dengan yang lain. ***

