POJOKSATU.id, BUTUH 22 tahun kasus pembunuhan pentolan grup hip hop Amerika Serikat RUN-DMC, Jam Master Jay menemukan babak akhir.

Ini setelah jaksa akhirnya memvonis bersalah dua pria yang didakwa membunuh Jam Master Jay, dalam persidangan pada Selasa waktu setempat, 27 Februari 2024.

Jam Master Jay yang bernama asli Jason Mizell tewas setelah ditembak mati pada tahun 2002 di dalam studio musiknya di Hollis, Queens.

Dilansir dari cbsnews, Rabu, 28 Februari 2024, jaksa mengatakan dua pria yang didakwa bersalag adalah anak baptis Mizell, Karl Jordan Jr, dan teman masa kecilnya, Ronald Washington.

Baca Juga: Jennifer Lopez Ungkap Pernah Jadi Korban Kekerasan dan Pelecehan dari Mantannya di Masa Lalu

Para pelaku mengaku membunuh DJ tersebut setelah dia membatalkan kesepakatan perdagangan kokain.

Banyak fans Run-DMC merayakan keputusan bersalah tersebut, meski harus menanti puluhan tahun keadilan ditegakkan.

Begitu juga pihak keluarga, “(Kasus) ini pasti akan terungkap meski dalam waktu yang lama. Keadilan yang tertunda tidak selalu berarti keadilan diingkari,” ujar Chris Thompson, sepupu Mizell.

Juri menghabiskan tiga hari untuk mempertimbangkan salah satu pembunuhan paling sulit dipahami dalam sejarah hip-hop.

Baca Juga: Ammar Zoni Ingin Jual Akun Instagram dengan 8,6 Juta Follower, Kuasa Hukum Jelaskan Alasannya

“Meskipun tampaknya kasus ini tidak akan terselesaikan, penegakan hukum tidak pernah goyah dalam tekadnya untuk membawa pembunuh Mizell ke pengadilan,” kata Jaksa AS Breon Peace.

Jaksa menjelaskan sejatinya kasus ini tidak begitu penuh misteri. Hanya saja para saksi di kasus ini takut akan keselamatan jika memberikan kesaksian di pengadilan.

Saksi mata bersaksi bahwa Jordan membunuh Mizell di dalam studionya pada 30 Oktober 2002, sementara teman masa kecilnya Washington menjaga pintu dengan pistol.

Namun persidangan selama sebulan mengungkap bagian dari kehidupan Mizell yang berusaha dirahasiakan oleh ikon hip-hop tersebut-terutama perannya dalam perdagangan kokain.

Baca Juga: Tangis Haru Aktris Park Seulgi saat Menerima Album Beserta Tanda Tangan Jimin BTS dari Park Bogum

Jaksa mengatakan ketika Mizell membatalkan kesepakatan Jordan dan Washington untuk menjual minuman bersoda di Baltimore, mereka berkonspirasi untuk membunuhnya, dengan bantuan tersangka ketiga, Jay Bryant.

Bryant didakwa tahun lalu. Jaksa mengatakan dia menyelinap ke dalam studio dan membiarkan Jordan dan Washington masuk melalui tangga darurat.

Bryant telah mengaku tidak bersalah dan akan menghadapi hakim dalam persidangan terpisah.

Namun, DNA Bryant, ditemukan di studio tepatnya pada topi yang terletak di samping tubuh Mizell.

Baca Juga: Jerinx Berharap Drama Perseteruan Fans SID dengan Sang Istri Nora Alexandra Menjadi yang Terakhir

Sementara itu, ibu terdakwa Karl Jordan, Jacqueline Gonzalez, meyakini putranya tidak bersalah.

"Anak saya tidak ada hubungannya dengan kejahatan ini. Saya masih terpukul. Saya tidak percaya mereka memutuskan dia bersalah," ujarnya.

Kedua terdakwa Jordan yang kini berusia 40 tahun dan Washington, 59 tahun menghadapi hukuman 20 tahun hingga seumur hidup di penjara federal.

Pengacara kedua terdakwa telah berjanji untuk mengajukan banding atas hukuman tersebut. ***