POJOKSATU.id, PIHAK Binus School Serpong merilis pernyataan resmi terkait kasus bullying yang menimpa dan dilakukan siswa mereka, dimana salah satu pelakunya putra Vincent Rompies.

Pernyataan sikap soal penanganan bullying siswanya itu disampaikan Binus School Serpong lewat postingan di akun resmi mereka, Rabu, 21 Februari 2024.

Binus School Serpong menjelaskan pihaknya menghargai adanya simpati publik yang begitu tinggi pada insiden kekerasan terhadap siswa mereka.

Binus menyebutkan kejadian ini sangat berat bagi korban dan orang tua korban, dan tentunya juga membawa keprihatinan yang mendalam dari seluruh komunitas sekolah.

Baca Juga: Meski Sering Syuting Acara Komedi Bareng, Andre Taulany Ungkap Pernah Ribut dengan Sule

"Doa dan dukungan kami tertuju untuk korban dan keluarga," tulis Binus.

Binus School menegaskan selama ini menerapkan Zero Tolerance Policy terhadap tindakan kekerasan baik secara fisik, psikis maupun emosional.

"Kami mengecam segala bentuk kekerasan baik di dalam maupun di luar sekolah, yang bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi di lingkungan sekolah," jelas Binus.

Menghadapi insiden ini, pihak sekolah memprioritaskan perhatian dan upaya untuk mendukung pemulihan korban secara fisik, psikis maupun emosional, serta seluruh murid sekolah yang ikut terdampak.

Baca Juga: Pernah Dituding Melecehkan Marga Latuconsina, Andre Taulany Akui Temui Prilly dan Minta Maaf

"Sebagai bagian dari komitmen kami untuk mendukung transparansi dalam insiden ini, kami menyampaikan fakta-fakta utama terkait insiden tersebut," ungkapnya.

Ada empat fakta utama yang diungkapkan Binus agar publik mengetahui perkembangan kasus ini.

Pertama, insiden kekerasan yang dialami dan dilakukan siswa Binus terjadi di luar lingkungan sekolah dan di luar jam sekolah.

Kemudian, setelah mengetahui insiden tersebut, pihak sekolah melakukan investigasi secara intensif.

Baca Juga: Ingatkan Fans SID Tak Seenaknya Menyalahkannya, Nora Alexandra : Coba Komplain ke Jerinx

"Seluruh siswa yang terbukti melakukan tindakan kekerasan sudah tidak menjadi bagian dari komunitas Binus School," tegas Binus.

Tak hanya itu, sejumlah siswa lain yang turut menyaksikan kejadian tersebut tanpa melakukan pencegahan atau pertolongan juga telah mendapatkan sanksi disiplin keras.

Fakta ketiga, Binus berkomitmen untuk berkoorporatif membantu segara proses investigasi dari pihak berwajib, karena kasus ini sudah masuk ranah polisi.

Fakta keempat, Binus menyampaikan tidak bisa mengungkap identitas pelaku dan korban karena kedua belah pihak anak di bawah umur.

Baca Juga: Jimin BTS Menangkan 9 Kategori Dabeme Music Award 2024, PJM Kalahkan ARMY sebagai Fandom of The Year

"Kami memohon pengertian dari seluruh publik terhadap posisi sekolah untuk tidak dapat membagikan terkait privasi baik korban maupun semua yang terlibat dalam insiden ini," sambung Binus.

Pihak menekakan tidak ada alasan yang membenarkan segala bentuk kekerasan. Dan, fokus utama sekolah saat ini adalah untuk memberikan dukungan dan pendampingan yang dibutuhkan oleh korban dan keluarga.

"Sebagai home for learning, kami berkomitmen unutk terus menjaga lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi seluruh murid kami sehingga dapat tumbuh bersama menjadi individu yang lebih baik," jelas Binus School Serpong. ***