POJOKSATU.id, INARA Rusli membeberkan sejarah keluarganya untuk menjawab pertanyaan netizen yang bingung karena dia merayakan Imlek.
Inara Rusli menjelaskan almarhum ayahnya keturunan China yang telah meninggal dunia saat dirinya masih 18 tahun.
"Kalau ada yang masih bingung kok aku ikut rayain imlek, kenalin ini papiku, Yus Rusli (Lie Yung Liong). Beliau lahir di tahun Naga Air (1952, meninggal karenasakit di tahun 2012 ketika usiaku 18 tahun," jelas Inara Rusli.
Dia mengunggah foto ayahnya yang terlihat sangat gagah di akun Instagram-nya, Senin, 12 Februari 2024.
Mantan istri Virgoun ini menjelaskan ayahnya sangat menyayangi dan perhatian dengannya. Termasuk protektif, sehingga baru memperbolehkannya naik mobil dan motor pribadi di usianya ke-30.
"Beliau khawatir anaknya celaka. Aku baru bisa berpergian sendiri di usia 18 tahun karena beliau. Itupun juga, karena beliau saat itu sudah sakit kakinya jadi enggak sanggup lagi untuk kemana-mana nyetir mobil," ungkapnya.
Oleh karena itu, semasa sekolah Inara Rusli kemana-mana selalu ditemani sang ayah.
"Acara ultah teman dan shopping bareng teman-teman juga pasti ditemani beliau," sambungnya.
Peran sang ayah di kehidupan Inara sangat besar. Dia mengatakan bisa Bahasa Inggris dan sedikit mengerti management business dan akuntansi juga karena ayahnya.
"Aku bisa tegar dan insyaAllah istiqamah juga karena perjuangan beliau mempelajari Islam," sebutnya.
Semasa hidup, lanjut Inara, ayahnya merangkul semua orang dari berbagai kalangan sekalipun orang itu preman.
"Bahkan preman bisa ikut memanggil beliau papi," timpalnya.
Tak sekadar pintar berbisnis, almarhum ayah Inara juga sempat terjun di dunia politik, mengikuti PKB dari sejak jaman Gus Dur.
"Semua pemikiran, kebijaksanaan, kesetiaan beliau yang membentuk aku dan membuatku percaya bahwa pasti masih ada laki-laki yang bijak dan setia di luar sana," tuturnya.
Dia berdoa agar di masa mendatang bisa bersama ayahnya lagi.
"Semoga kelak Allah perkenankan kami berkumpul kembali di JannahNya aamiin. Alfatihah untuk papi Yus Rusli," pungkas Inara Rusli. ***

