POJOKSATU.id, KOMIKA dan sutradara Arie Kriting membantah tuduhan netizen terhadap sahabatnya, Abdur Arsyad yang dituduh menerima uang sebagai buzzer salah satu calon presiden (capres).

Arie Kriting menjelaskan dirinya menjadi saksi ketika Abdur Arsyad menolak uang dengan jumlah wah ketika ditawarkan jadi buzzer salah satu capres.

Hal itu diungkapkan Arie Kriting di akun X-nya, Minggu, 4 Februari 2024, karena tak terima Abdur Arsyad jadi bulan-bulanan warga TikTok.

"Abdur mengaku enggak mau terima duit buzeRp, warga TikTok malah banyak yang enggak percaya. Saya saksinya, Abdur menolak tawaran jadi buzzer salah satu capres. Jumlahnya menakjubkan," ungkapnya.

Baca Juga: 2014 Pilih Prabowo, 2019 Dukung Jokowi, Ashanty Akui Bakal Memilih Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

Suami Indah Permatasari ini menegaskan jika Abdur Arsyad memilih menunjukkan keberpihakan ke Anies Baswedan, karena keinginan sendiri bukan dibayar.

"Karena Abdur lebih memilih mendukung Pak Anies sesuai hati nurani," tegasnya.

Sementara itu, Abdur Arsyad menjelaskan alasannya mengapa mendukung Anies Baswedan-Cak Imin (AMIN).

"Teman-teman kenapa saya pilih Amin karena track record, track record tidak bisa dibohongi, tidak bisa dibohongi dengan narasi, teman-teman bisa gooling," ujarnya di akun TikTok-nya.

Baca Juga: Tolak Jadi Artis Kacung Politik, Jerinx : Sehebat Apapun Tak Ada Artinya Kalau Tanpa Integritas

Dia mengatakan Anies Baswedan selama jadi Gubernur DKI, cukup berhasil. Salah satunya soal pembenahan armada transportasi.

"Persoalan puas tidak puas itu kembali ke diri masing-masing. Walau saya bukan warga DKI, saya merasakan bagaimana transformasi terintegrasi dengan baik di jaman Pak Anies. Saya bisa merasa kinerja beliau di DKI Jakarta," sebutnya.

Dan, dia juga memuji kampanye Anies Baswedan dengan acara 'Desak Anies' yang menurutnya memutus pola kampanye usang.

"Kita sudah melewati beberapa kali Pemilu, sering disuguhi dengan kampanye usang, dikumpulkan di lapangan, ruangan, terjadi monolog politisi, bagi-bagi hadiah, pulang, kita lupa dengan isi kampanye," jelasnya.

Baca Juga: Kalah Tinju dari Uus dan Terima Fee 10 Digit Terus Disindir, Jerinx : Ada yang Saya Rugikan?

"Lalu muncul Anies dengan kampanye dengan Desak Anies. Dia bikin kampanye dua arah, dialog. Kita boleh kritik, saran, dibuka kesempatan kritik tanpa takut keselamatan," pungkas Abdur Arsyad. ***