POJOKSATU.id, BUNGA Citra Lestari atau BCL jadi sorotan netizen usai berbagi momen liburannya di Arab Saudi usai menjalani ibadah di Tanah Suci. Dia disebut menghabiskan waktu di Al Ula, lokasi yang dilarang untuk didatangi oleh Rasulullah SAW.
BCL mengunggah foto bersama suaminya Tiko Aryawardhana juga putranya, Noah dengan latar belakang pemandangan yang mirip dengan Al Ula.
Netizen menyesalkan BCL berlibur di Al Ula dan menyebutnya tidak paham ilmu padahal baru menjalani ibadah umrah.
Melihat banyaknya komentar kontroversi dan menghujatnya sejak tiga hari ini, maka Kamis, 11 Januari 2024, BCL mengunggah postingan lainnya di momen liburannya.
Caption dari dari postingan itu diduga sebagai tanggapannya atas kontroversi netizen di kolom komentar.
"Real men respect women. Real women support women.. ~unknown~ (Pria sejati menghargai wanita dan wanita sejati mendukung sesama wanita)," tulisnya.
Lalu benarkah BCL ke Al Ula? Secara spesifik tidak. Dilihat dari komentar netizen yang disematkannya, BCL berlibur ke Madain Saleg (Hegra), atau 30 Km dari Al Ula.
Al Ula sendiri selain nama kota juga salah satu kabupaten di Madinah. Dan, di dalamnya terdapat situs arkeologi Madain Saleh/Hijr. Kota Al Ula dan Madain Saleh/Hijr adalah dua tempat berbeda.
Baca Juga: Sinyal Pernikahan Retak, Yasmine Ow Curhat Diabaikan Suaminya Aditya Zoni
Kota Al Ula berpenduduk 50.000 orang, sedangkan Madain Saleh tidak berpenduduk dan merupakan wilayah terisolasi dan kota yang tidak sembarang orang boleh masuk.
Dilansir dari laman theislamicinformation, Arab Saudi dikabarkan berusaha mengubah situs warisan peradaban kuno yang terletak tidak jauh dari kawasan Al-Ula menjadi tujuan wisata global.
Al Ula juga dikenal sebagai Maidan e Saleh (Rumah Tsamud). Dalam Islam, tempat ini juga dikenal dengan nama Maidan e Saleh, yaitu rumah bagi bangsa Tsamud.
Kaum Nabi Saleh (AS) yang terkenal dengan kesaktian dan ketrampilannya dalam membuat ukiran gunung dan konstruksi.
Baca Juga: Haechan NCT Didenda usai Kedapatan Merokok dalam Ruangan, Agensi SM Entertainment Minta Maaf
Dulunya daerah ini sangat subur, namun kekayaan alam yang berlimpah ini membuat kaum Tsamud menjadi sombong dan kejam serta gemar menyiksa juga membunuh orang-orang miskin.
Nabi Saleh (A.S) kemudian diutus untuk membimbing mereka oleh Allah SWT. Namun, mereka malah menantang Nabi Saleh untuk melakukan mukjizat untuk membuktikan kenabiannya.
Mereka menantangnya untuk mengeluarkan seekor unta dari bebatuan di dekatnya. Saleh berdoa, dan keajaiban terjadi dengan izin Allah.
Seekor unta betina muncul di antara mereka dan melahirkan seekor anak sapi. Ada di antara mereka yang mengimani kenabian Saleh, ada pula yang tetap menolaknya. Dua orang di antara mereka membunuh unta yang tidak bersalah.
Baca Juga: Jungkook BTS Borong Tiga Piala Circle Chart Music Awards, Ini Daftar Lengkap Pemenangnya
Sebagai hukuman atas hal ini, Allah juga mengirimkan gempa bumi di tengah malam, yang menyebabkan mereka semua mati, dan tidak ada satupun dari mereka yang terbangun lagi.
Yang tersisa hanyalah bangunan-bangunan besar dan monumen-monumen yang mereka ukir dari pegunungan dan bebatuan, seperti yang masih bisa kita lihat hingga saat ini.
Ketika Nabi Muhammad SAW melewati tempat ini saat hendak berperang Tabuk, beliau secara khusus menunjukkan tempat ini “al-Hijr” (Al Ula atau Maidan e Saleh) kepada para sahabatnya.
Beliau memerintahkan mereka untuk minum air hanya dari satu sumur yang digunakan oleh unta Saleh A.S dan melarang mereka makan dan minum apapun dari daerah tersebut dan melewatinya dengan cepat. Sahih al-Bukhari 4702 (Buku 65, Hadits 224).
Para peneliti sepakat bahwa tidak aman bagi manusia untuk tinggal lama di sana. Hal ini sesuai dengan larangan yang pernah disabdakan Nabi Muhammad SAW tentang tempat ini, hendaknya tidak dijadikan tempat kesenangan dan hiburan. ***

