POJOKSATU.id, PERUSAHAAN dan agensi BTS HYBE dan Bighit Music mengirimkan peringatan secara tertulis kepada operator aplikasi surat hiburan militer 'The Camp'.
HYBE melakukan ini dikarenakan aplikasi itu mengunggah foto dan nama anggota BTS yang sedang menjalani wajib militer (wamil) tanpa ijin dari agensi.
K-Media menjelaskan agensi BTS berencana untuk menempuh tindakan hukum. Karena apa The Camp lakukan telah melanggar ak publisitas.
Ini terutama terkait dugaan The Camp mengambil keuntungan dengan menyebarkan foto-foto member BTS selama wamil, karena fans BTS-ARMY sangat antusias dengan kabar para member.
Baca Juga: Tak Hanya Saipul Jamil, Inilah Deretan Asisten dan Manajer Artis yang Pernah Terseret Kasus Narkoba
HYBE juga diketahui telah mengirimkan surat resmi soal protes penggunakan aplikasi The Capm. “Ini digunakan tanpa izin," jelas HYBE.
The Camp sendiri layanan yang memungkinkan anggota keluarga atau kenalan mengirim surat hiburan online kepada peserta wajib militer melalui aplikasi seluler dan situs internet.
Nantinya, setelah tentara meninggalkan pusat pelatihan dan ditugaskan ke unitnya masing-masing, mereka dapat meninggalkan komentar di komunitas online yang disebut 'camp' segera setelah meluncurkan aplikasi.
Operator menandatangani perjanjian bisnis dengan Angkatan Darat Republik Korea dan memantapkan dirinya sebagai layanan komunikasi militer.
Awalnya, kasus ini tidak jadi permasalahan HYBE. Namun, agensi dan perusahaan menemukan The Camp menggunakan IP BTS (hak kekayaan intelektual) tanpa izin.
HYBE menemukan bahwa banyak potret dan nama BTS yang digunakan dalam layanan 'Recommended Star Soldier' di platform The Camp, layanan yang memberikan informasi tentang kehidupan militer artis, dan layanan komunitas (camp) untuk penggemar artis.
Selain itu, The Camp Mall, saluran perdagangan The Camp, menjual 'Millirang doll' dan 'Soldier name tag' yang ditempelkan pada boneka tersebut sebagai satu paket, dan nama asli anggota BTS digunakan pada label nama ini.
Boneka-boneka itu dijual dengan harga tinggi masing-masing 56.000 won (Rp663 ribu), dimana agensi adalah nama artis juga berada di bawah IP.
The Camp membuka dan mengoperasikan komunitas individu untuk anggota BTS dengan menambahkan kata 'Resmi ' ke dalamnya.
Hak pengelolaan komunitas penggemar resmi BTS dipegang oleh agensi. Hybe percaya bahwa ini merupakan pelanggaran terhadap hak agensi untuk menjalankan komunitas penggemar resmi.
Hybe yakin banget kalau The Camp melanggar hak atas publisitas artis, yang dilindungi undang-undang.
"Menggunakan kekayaan intelektual seorang artis yang telah menjalani wajib militer secara gratis telah mengguncang fondasi industri hiburan, yang telah menghabiskan banyak modal untuk menemukan dan membina artis. Jami tidak akan pernah bisa memberi mereka toleransi hanya karena mereka adalah startup," jelas HYBE.
Terkait protes HYBE, manajemen The Camp telah menghapus postingan terkait BTS dan berhenti menjual 'Millirang doll' dan 'Soldier name tag' nama artis.
Namun, manajemen The Camp sendiri menjelaskan bahwa aplikasi itu adalah komunitas yang dibuat secara sukarela oleh penggemar, bukan operator mereka.
Sementara itu, ARMY terlihat setuju dengan tindakan tegas HYBE. Meski satu sisi senang mendapat kabar foto-foto member selama wamil muncul, tapi di lain pihak fans ikhlas agar member BTS fokus wamil.
Sehingga, berbagai foto member BTS yang beredar di luar dokumen agensi atau yang diunggah member sendiri, ARMY menahan diri untuk menyebarluaskan. ***

