POJOKSATU.id - Film terbaru ini, Killers of the Flower Moon, merupakan karya terbaru dari sutradara berpengalaman, Martin Scorsese.

Film ini mengusung genre western-crime dan diadaptasi dari novel yang juga berjudul sama, ditulis oleh David Grann pada tahun 2017.

Kisah dalam film ini berlangsung pada tahun 1920-an dan berfokus pada tragedi pembunuhan yang menimpa suku Osage.

Cerita tragis ini disampaikan melalui sudut pandang Ernest Burkhart, seorang pria kulit putih (diperankan oleh Leonardo DiCaprio), dan istrinya, Mollie, yang merupakan seorang wanita asli Osage (diperankan oleh Lily Gladstone).

Baca Juga: 2024 Paling Dinanti, 8 Film Hollywood Spektakuler yang Wajib Diwaspadai!

Dibalik ikatan pernikahan tersebut, Ernest memiliki rencana besar bersama pamannya yang bernama William K. Hale, yang diperankan oleh Robert De Niro.

Mereka berdua merencanakan untuk menguasai tanah milik keluarga Mollie, yang merupakan sumber kekayaan bagi mereka.

Ada beberapa aspek yang perlu dipahami sebelum menyaksikan Killers of the Flower Moon.

Berikut 5 Fakta Penting film Killers of the Flower Moon. Baca dahulu sebelum nonton!

1. Adegan kekerasan

Meskipun Scorsese memasukkan berbagai elemen baru, ia masih mempertahankan tanda tangan khasnya dalam Killers of the Flower Moon.

Salah satu dari ciri khas tersebut adalah adanya adegan kekerasan yang intens, yang hampir selalu ada dalam karyanya.

Adegan kekerasan dalam film ini tetap ada sepanjang cerita, meskipun jumlahnya tidak sebanyak dalam film-film sebelumnya.

Yang menarik, beberapa adegan kekerasan muncul secara tak terduga, sehingga penonton perlu bersiap, terutama jika mereka tidak terbiasa dengan adegan penembakan yang sangat mendalam.

Baca Juga: Sutradara Angga Dwimas Sasongko Pilih Pengalaman Realistis, Gunakan Ledakan Asli di Film 13 Bom di Jakarta

2. Sentuhan baru Scorsere

Film ini menawarkan pengalaman yang segar bagi para penggemar karya Martin Scorsese.

Dalam proyek ini, Scorsese menghadirkan cerita dengan gaya dan pendekatan yang berbeda dari karya-karyanya sebelumnya.

Dia meninggalkan elemen-elemen yang kerap terlihat dalam karyanya, seperti latar kota New York, karakter gangster, serta teknik-teknik yang sering digunakan, seperti long take shot dan voice over.

Scorsese mengambil pendekatan yang berbeda dengan Killers of the Flower Moon.

Dia menjelajahi genre western, mempersembahkan adegan yang lebih tenang dan panjang, serta menghadirkan sejarah yang kompleks dengan tema-tema yang penuh risiko dan berani.

Baca Juga: Gas Swifties! Film The Eras Tour Taylor Swift Siap Gebrak Bioskop Indonesia November Ini, Cek Harga Tiket!

3. Cerita asli suku Osage

Kisah suku Osage yang menjadi dasar dari film ini merupakan cerita asli yang menarik.

Film ini diadaptasi dari sebuah buku nonfiksi yang juga berjudul Killers of the Flower Moon, yang ditulis oleh David Grann.

Buku ini menggali peristiwa sebenarnya tentang serangkaian pembunuhan yang terjadi pada suku Osage selama dekade 1920-an.

Pada masa itu, suku Osage dikenal sebagai salah satu kelompok sosial terkaya di seluruh dunia.

Kekayaan mereka berasal dari tanah milik suku Osage yang mengandung sumber daya minyak yang berlimpah.

Situasi ini membuat tanah suku Osage sangat diminati, sehingga banyak orang dari luar datang ke wilayah mereka.

Sayangnya, di antara orang-orang ini ada pihak yang bertujuan untuk menguasai tanah milik suku Osage dan tidak segan-segan melakukan pembunuhan untuk mencapai tujuan mereka.

Baca Juga: Sinopsis Film Ngeri-Ngeri Sedap, Drama Keluarga Batak yang Menguras Air Mata

4. Film ini memuat banyak referensi sejarah Amerika

Latar belakang sejarah yang terkait dengan kasus pembunuhan berantai suku Osage mengisi Killers of the Flower Moon dengan banyak referensi seputar sejarah Amerika.

Untuk lebih mendalami cerita, penonton juga dapat memahami beberapa referensi yang tersemat dalam alur cerita.

Contoh referensi tersebut mencakup kejayaan ekonomi suku Osage pada masa itu, kekuatan rasisme yang masih kuat, serta penjajahan yang melanda. Namun, Scorsese juga memberikan petunjuk penting melalui narasi dan dialog dalam film ini.

5. Mempunyai durasi hampir mencapai 3,5 jam

Killers of the Flower Moon memiliki durasi yang cukup ekstensif, tepatnya 206 menit, hampir mencapai 3,5 jam.

Oleh karena itu, penonton disarankan untuk mempersiapkan diri sebelum menikmati karya terbaru Martin Scorsese.

Persiapan ini mencakup hal-hal seperti memastikan Anda telah makan, minum, dan beristirahat dengan cukup sebelum menonton.

Film ini menawarkan elemen-elemen yang cukup unik dan jarang ditemui dalam produksi bioskop lainnya, sehingga penonton perlu memahami konteksnya sebelum menikmati ceritanya.***