POJOKSATU.id, VOKALIS NOAH Ariel akhirnya angkat bicara soal konflik Peterpan yang belakangan muncul lagi, setelah Andika mengaku dikeluarkan dari band tersebut.
Ariel menjelaskan konflik dengan Andika murni karena karena secara permainan musik tidak sesuai dengan kebutuhan dalam pembuatan album Peterpan.
Ariel pun menyesalkan Andika mengungkapkan kasus Peterpan yang sejatinya sudah selesai sejak 2006. Dimana semua personil band sepakat alasan tak lagi bersama karena tak lagi satu visi dan misi.
Secara detail, Ariel menguak cerita itu di YouTube Ferdy Tahier atau Ferdy Element, setelah Andika sebelumnya mengutarakan kisah dari versinya.
Baca Juga: Bantah Pernyataan Andika soal Band Peterpan, Ariel dan Uki Kautsar : Stop Ngeklaim Dikeluarin
Ayah satu anak ini mengatakan drama dalam Peterpan mulai mencuat saat pembuatan album kedua. Saat itu, mereka fokus mengumpulkan lagu dengan kontribusi semua personil tanpa harus bergantung padanya.
Karena pada album pertama, mayoritas lagu semua buatan Ariel. "Sembilan lagu punya gua, satu punya Lukman. Itu sangat semangat kebersamaan, spiritnya masih murni, bahkan royalti dibagi rata," kenangnya.
Nah, pada pembuatan album keduanya, dia meminta semua personil punya kontribusi. Tapi tidak ada yang membuat lagu, dan kembali bergantung dengannya. Hingga akhirnya muncul aturan, bahwa si pencipta lagu dapat bonus 10 persen dan 90 persen dibagi rata.
Kemudian, dia menjelaskan Andika sejak album pertama kesulitan memainkan lagu yang sudah diciptakan. "Pas kita lagi (mau tampil) di kafe, Andika tinggal mainin yang sudah ada, dia agak kebingungan. Sudah dari album pertama sudah agak ksulitan, dia ngisi, berusaha, kurang enak, jadi dia sendiri kayak frustasi," sebutnya.
Baca Juga: Pamer Foto dengan Ko Apex di Instagram, Ngaku Ponselnya Dibajak, Dinar Candy : Aku Dalam Tawanan
Ariel terus meminta teman-temannya bisa membuat lagu, karena tak selamanya dia bisa terus produktif. Dan, Andika ada memberi lagu tapi tidak enak.
"Karena lumayan drepresi (nyuruh rekannya bikin lagu). Lumayan banyak jadi menimbulkan kedongkolan, capek juga gua harus mikirin dia. Andika enggak ngasih lagu, dia ada ngasih lagu, cuma memang enggak enak. Lukman sampai kabur, dia enggak suka lagunya," jelasnya.
Masalah terbesar konflik dalam Peterpan, diakui Ariel adalah komunikasi. Mereka tidak terbiasa jujur untuk terbuka bicara tentang ketidaksukaan. Termasuk ketika dia dan rekan lainnya tidak suka dengan cara Andika bermusik.
"Jeleknya enggak diomongin langsung, terutama gua. Mau ngomong apa mutar dulu jangan sampai orang tersinggung," tegasnya.
Hingga puncaknya kekisruhan ini terjadi saat Peterpan mendapat tawaran besar dari salah satu brand, senilai Rp6 miliar, untuk album ketiga.
Dia mengkritik kalimat Andika soal Peterpan saat itu tidak fun lagi. Padahal kata Ariel, bagaimana bisa fun dengan tanggung jawab besar saat itu.
"Pas garap album ketiga lagi serius. Gua ingat pernyataan Andika, Peterpan sudah enggak fun, memang enggak fun. Gua ingat Andika sama Indra enggak ngomong sudah empat bulan. Menuju mau pecahnya kita memang sudah enggak fun," tukasnya.
"Kita komunikasinya jelek, dan manajer enggak berfungsi jadi penengah, memang enggak fun," sambungnya.
Ariel mengatakan tawaran Rp6 miliar saat itu harus mereka buat bagus, jelas kerja jadi super serius.
"Lu mengharapkan kita fun dengan tawaran segede itu, kita punya taggung jawab dong buat karya buat yang nitipi uangnya ini. Apakah itu jadi fun? Kalau mau fun, ya balik main di kafe," sentilnya.
Dan, di album ketiga ini juga jadi puncak emosi semua personil. Dimana Uki ciptain lagu dan Andika tinggal mainin nadanya. Dan, ternyata kesulitan untuk kesekian kali.
"Di situ gua gua meledaknya. Cukup, sebelum itu Uki pengen keluar, ada punya ketidaknyamanan itu. Pas gua omongin ke yang lain, gua keluar yang lain ikut keluar," tandasnya.
Saat itu, keputusan keluar empat personil dengan kelangsungan Peterpan sulit menemukan solusi. Hingga label meminta Peterpan tetap jalan sampai kontrak habis. Dimana Ariel, Lukman, Reza dan Uki meneruskan Peterpan sampai selesai kontrak tanpa Andika dan Indra.
Di sepanjang Peterpan tampil menyelesaikan kontrak, Andika dan Indra tetap dapat royalti meski mereka tidak ikut.
Ariel pun heran mengapa Andika masih membuka cerita lama seakan-akan tidak tahu mengapa tak lagi di Peterpan. Padahal, mereka sudah sepakat untuk bicara ke publik di tahun 2006.
"Kita sudah sepakat 2006 pas kita pisah itu, bahwa yang kita omongi ke publik mendingan, bahwa kita enggak satu visi lagi, itu sudah paling aman. Jadi enggak ada yang dijelekin," tegasnya.
"Kok harus diomongin lagi sih, kan sudah diomongin, kita bubar karena enggak satu visi. (Alasan) klise sih, tapi paling aman. Jadi kita enggak perlu menjatuhkan, semua sepakat (saat itu)," ucap Ariel.
Dia juga menyoal nama Peterpan. Dimana Ariel dkk dilarang menggunakan itu lagi setelahnya hingga akhirnya diserahkan kembali ke Andika, karena ibu Andika yang punya ide memberikan nama itu.
"Right (hak) Peterpan menurut gua pribadi memang bukan dari kita, kita enggak punya hak itu bilang punya kita. Karena Peterpan itu punya Walt Disney, satu-satunya orang yang berhak punya ya Walt Disney," ujarnya.
"Untungnya belum jaman internet (saat Peterpan aktif), tapi kalau terjadi sekarang lu bisa disue (dituntut Walt Disney). Memang enggak ditakdirkan kita punya (nama Peterpan), karena bukan punya kita. Agak-agak rancu, tapi ya sudahlah, kita hormati, walau secara logika enggak ada right terhadap nama itu," tuturnya.
Dia juga tak terima saat disebut Peterpan bagus saat ada Indra dan Andika saja. Karena ada Reza, Lukman dan Uki juga bekerja keras membangun band itu.
"Gua enggak terima, Reza, Lukman, Uki masa enggak dianggap. Teman-teman gua berdarah-darah. Gua enggak bilang Andika enggak berkontribusi. Tapi kita ngebantu dia, mem-back-up dia. Warna Peterpan dari mereka juga (Uki, Lumkan, Reza). Bahkan 90 persen dari mereka," tegas Ariel. ***

