POJOKSATU.id - Kemampuan berbahasa Inggris kini bukan sekadar soal bisa berbicara atau memahami percakapan.
Bagi 332 anak muda dari berbagai daerah di Indonesia, keterampilan tersebut menjadi bekal untuk membuka pintu pendidikan dan kesempatan global.
Sebanyak 332 penerima Beasiswa English Access resmi menyelesaikan program yang berlangsung selama dua tahun di 10 kota Indonesia.
Program yang digelar melalui Kantor Regional Bahasa Inggris (RELO) Kedutaan Besar Amerika Serikat tersebut menyasar pelajar sekolah menengah atas dan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Baca Juga: Lapas Tak Sesuai Aturan, Ruang Fitnes dan Lapangan Golf Lapas Cibinong Kini Tinggal Kenangan
Mereka berasal dari Ambon, Balikpapan, Batam, Jakarta, Kendari, Medan, Malang, Padang, Surabaya, dan Yogyakarta.
Selama mengikuti program, para peserta mendapatkan pelatihan bahasa Inggris selama 360 jam yang dirancang untuk membangun kemampuan praktis sekaligus memperluas wawasan mereka.
Tak Hanya Belajar Bahasa Inggris
Yang menarik, pembelajaran dalam program English Access tidak berhenti pada kemampuan berbahasa.
Peserta juga mendapatkan materi mengenai pemahaman lintas budaya dan kepemimpinan.
Baca Juga: Bahlil Bahlil
Berbagai kegiatan pendukung turut diberikan, mulai dari pengenalan kebudayaan Amerika, English Camp hingga permainan yang dirancang untuk membuat proses belajar lebih interaktif.
Sebelum memulai program, peserta yang lolos seleksi terlebih dahulu menjalani tes kemampuan bahasa Inggris.
Hasil tes tersebut digunakan untuk mengetahui kemampuan awal masing-masing peserta.
Pembelajaran kemudian berlangsung secara hibrida selama empat semester.
Mereka mengikuti pembelajaran tatap muka di kelas sekaligus sesi daring yang menghubungkan peserta dari berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Kemenangan 6-0 Atas Singapura Tidak Cukup, Malaysia Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
Dengan pola tersebut, para peserta bukan hanya berlatih bahasa Inggris, tetapi juga mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan anak muda dari daerah lain.
Bekal Menuju Kampus dan Kesempatan Global
Program ini dirancang untuk memberikan keterampilan yang dapat digunakan peserta dalam mengejar kesempatan pendidikan dan pengembangan diri.
Kemampuan bahasa Inggris yang diperoleh diharapkan membantu mereka ketika mendaftar ke universitas, mengikuti program beasiswa maupun berbagai kesempatan pertukaran internasional.
Juru bicara Kedutaan Besar AS Jamie Ravetz mengatakan investasi terhadap para peserta hari ini merupakan bagian dari investasi terhadap masa depan pendidikan Indonesia.
Baca Juga: 63 Siswa SD Indonesia Siap Bertanding di IMSO 2026, Ini Seleksi dan Format Ujiannya
“Berinvestasi pada para siswa ini hari ini berarti berinvestasi pada ruang kelas Indonesia di masa depan,” ujar Jamie Ravetz.
Ia juga menyebut program Beasiswa English Access telah berlangsung lebih dari dua dekade dan menghubungkan ribuan anak muda Indonesia dengan berbagai peluang baru.
“Selama lebih dari 20 tahun, program Beasiswa English Access telah menghubungkan ribuan anak muda Indonesia dengan berbagai peluang baru dan Amerika Serikat, dan kami menantikan sejauh mana kemampuan bahasa Inggris mereka akan membawa mereka selanjutnya,” lanjutnya.
Hampir 4.000 Lulusan di Indonesia
Program English Access sendiri telah berjalan sejak 2004 dan secara global telah meluluskan lebih dari 200.000 siswa di 85 negara.
Baca Juga: Satu Gol Penentu! Indonesia Gusur Malaysia dan Lolos Dramatis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
Di Indonesia, dukungan Kantor Misi AS telah diberikan sejak 2007.
Dengan kelulusan angkatan terbaru ini, hampir 4.000 siswa dari 37 kota di Indonesia telah menyelesaikan program tersebut.
Pelaksanaannya di Indonesia dikelola oleh Indonesian International Education Foundation (IIEF), dengan universitas-universitas mitra sebagai pelaksana di 10 kota.
Kehadiran program tersebut menunjukkan bagaimana pendidikan bahasa dapat menjadi jembatan bagi anak muda untuk mengenal kesempatan yang lebih luas.
Baca Juga: See-U Tissue Ikut Semarakkan 50 Tahun PT Suparma Tbk Lewat Suparma Run 2026
Bagi peserta yang berasal dari keluarga kurang mampu, kesempatan mendapatkan pelatihan selama dua tahun tentu bukan sekadar tambahan kemampuan di dalam CV.
Ada pengalaman, jejaring, kepercayaan diri, serta wawasan lintas budaya yang ikut dibawa setelah mereka menyelesaikan program.
Program Beasiswa English Access juga menjadi bagian dari kemitraan pendidikan antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Melalui penguatan kemampuan bahasa Inggris dan kepemimpinan, program tersebut diarahkan untuk membantu generasi muda Indonesia menghadapi dunia yang semakin terhubung.***




