POJOKSATU.id - Pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Jenjang Pendidikan Khusus Tingkat Nasional Tahun 2026 mengalami perubahan jadwal. 

Berdasarkan surat pemanggilan peserta dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), kegiatan yang sebelumnya dijadwalkan pada 7–12 September 2026 kini dilaksanakan pada 7–12 Oktober 2026.

Perubahan jadwal tersebut dilakukan karena adanya keadaan kahar atau bencana alam. 

Ketentuan terbaru itu tertuang dalam surat Puspresnas Nomor 2073/B/H3/PN.00/2026 tertanggal 26 September 2026.

Baca Juga: OPSI 2026 Diikuti 39.300 Peserta, Presentasikan Hasil Penelitian Siswa, Ada Peluang Beasiswa 100 Persen hingga Jalur Prestasi Kuliah

Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono menegaskan, pelaksanaan O2SN Pendidikan Khusus, ajang tersebut juga menjadi wadah untuk mengembangkan potensi dan prestasi siswa penyandang disabilitas. 

“Kehadiran kita di sini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam mendukung pengembangan potensi dan prestasi olahraga anak-anak dengan kebutuhan khusus,” ungkapnya dalam siaran pers, dikutip pojoksatu.id, Minggu, 27 September 2026.

Dengan perubahan jadwal terbaru, peserta dan kontingen dari berbagai provinsi diharapkan lebih siap mengikuti rangkaian kegiatan O2SN Pendidikan Khusus yang akan dilangsungkan selama enam hari itu.

Sesuai jadwal, pada 7 Oktober 2026, peserta dijadwalkan tiba di lokasi kegiatan. 

Baca Juga: Sekolah Swasta Mendominasi, Ini 10 Sekolah Peraih Medali Terbanyak di OSN SMA 2026

Pada hari yang sama dilakukan registrasi administrasi serta registrasi dan verifikasi peserta di masing-masing tempat akomodasi.

Kegiatan berlanjut pada 8 Oktober dengan agenda technical meeting dan uji coba lapangan. Tahapan ini menjadi persiapan sebelum peserta memasuki pertandingan.

Pertandingan O2SN Pendidikan Khusus tingkat nasional 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9 dan 10 Oktober 2026.

Selanjutnya, 11 Oktober digunakan untuk evaluasi pertandingan sekaligus penutupan kegiatan. 

Para peserta kemudian dijadwalkan kembali ke daerah masing-masing pada 12 Oktober 2026.

Untuk registrasi Ketua Kontingen, lokasi yang ditetapkan adalah Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. 

Baca Juga: 4 Pelaku Curanmor di Karawang Diciduk Polisi, 7 Motor Hasil Kejahatan Disita

Sementara itu, registrasi dan verifikasi peserta dilakukan di masing-masing akomodasi yang telah ditentukan.

O2SN Pendidikan Khusus tingkat nasional 2026 diikuti kontingen dari 28 provinsi. 

Setiap provinsi membawa delapan atlet yang bertanding dalam cabang atletik, bulu tangkis, bocce, catur, dan tenis meja.

Selain atlet, setiap kontingen juga terdiri atas delapan pendamping dan satu Ketua Kontingen. Dengan demikian, total anggota setiap kontingen berjumlah 17 orang.

Peserta Siswa Formal dan Non Formal

Peserta yang dipanggil merupakan siswa penyandang disabilitas dari jenjang pendidikan formal maupun nonformal. 

Baca Juga: Pidato Sugiono di Sidang Umum PBB Soroti Palestina, Indonesia Akan Terus Berdiri Bersama Rakyat Palestina

Peserta harus memenuhi ketentuan keabsahan yang telah ditetapkan Puspresnas dan tetap berstatus sebagai peserta didik pada saat pelaksanaan O2SN.

Perubahan jadwal ini menjadi informasi penting bagi peserta, pendamping, dan kontingen karena berkaitan dengan kedatangan, registrasi, persiapan pertandingan hingga kepulangan ke daerah masing-masing. ***