POJOKSATU.id - Sebanyak 30 peternak lokal mengikuti program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University di Kandang Bhumi Ngaglik Farm, Desa Argomulyo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan bertema “Penguatan Manajemen Nutrisi Reproduksi melalui Pendampingan Aplikasi Pakan Fungsional untuk Mengoptimalkan Potensi Genetik Domba Unggul” tersebut dipimpin Prof. Dr. Ir. Dewi Apri Astuti, M.S.
Para peternak mendapat materi sekaligus praktik pemeliharaan dan penyusunan pakan fungsional untuk mendukung pengembangan peternakan yang lebih terukur.
Direktur SDM IPB University, Prof. Dr. Ir. Sri Suharti, S.Pt., M.Si., mengatakan program tersebut diarahkan untuk membangun kemitraan berkelanjutan dengan peternak.
“Inovasi genetik unggul seperti persilangan Dorper di Kandang Bhumi Ngaglik Farm membutuhkan dukungan pakan yang presisi agar potensinya terekspresi maksimal.
Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti hari ini, tetapi berlanjut menjadi kemitraan binaan,” ungkap Sri Suharti.
Lurah Desa Argomulyo turut menyambut kehadiran tim Fapet IPB dan mengapresiasi peternak muda seperti Rahmat Setiawan yang merintis Kandang Bhumi Ngaglik Farm.
Dalam pelatihan, peternak terlibat langsung dalam penyusunan ransum flushing, yaitu pemberian pakan dengan peningkatan kandungan energi dan nutrisi untuk mendukung kondisi reproduksi ternak, serta pembuatan pakan creep feed, yakni pakan khusus untuk anak ternak yang mulai belajar mengonsumsi pakan selain susu.
Praktik tersebut dipandu Dr. Didid Diapari, M.S. dan Kokom Komalasari, S.Pt., M.Si. Bahan pakan yang digunakan antara lain bungkil kedelai, jagung giling, onggok, molases, minyak sawit, bungkil kelapa sawit, CaCO3, DCP, dan premix.
Ransum yang telah dibuat kemudian dibagikan kepada peternak yang mengikuti pelatihan.
Rahmat Setiawan, pemilik Kandang Bhumi Ngaglik Farm, mengatakan kegiatan tersebut membantu membuka wawasan peternak yang selama ini masih banyak menerapkan pola tradisional.
“Kami sangat bersyukur atas kunjungan tim dosen Fapet IPB. Di sini kami mengajak peternak Desa Argomulyo yang sebagian besar masih menerapkan pola tradisional 'asal ngarit'.
Melalui diskusi dan praktik ini, wawasan peternak mulai terbuka untuk bertransformasi menuju peternakan modern yang terukur dan berorientasi bisnis,” ujarnya.
Peternak muda sekaligus anggota Karang Taruna Argomulyo, Wira, menyebut persoalan proporsi protein dan nutrisi pakan yang selama ini dihadapinya mendapat penjelasan langsung melalui materi flushing dan creep feed.
“Saya sangat berharap hubungan silaturahmi dan pembinaan dari IPB di Argomulyo ini dapat terus berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Ambardi, peternak domba tradisional dari Dusun Ngaglik, mengaku mendapat pemahaman baru mengenai penggunaan minyak dalam pakan.
Baca Juga: Heboh, Indonesia Ekspor Monyet untuk Riset, Begini Penjelasan Pakar IPB
“Dulu saya selalu meyakini bahwa minyak atau lemak harus dihindari dalam pakan ternak.
Namun setelah dijelaskan oleh Bu Lilis dan Prof. Dewi, ternyata penambahan minyak justru sangat bermanfaat sebagai sumber energi tinggi di musim kemarau tanpa memicu stres panas. Ilmu ini akan langsung saya praktikkan di rumah,” ujarnya.
Melalui program Dospulkam, Fapet IPB University mendorong transfer pengetahuan dan teknologi peternakan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kemitraan dengan peternak untuk mendukung pengembangan usaha yang lebih modern dan terukur. ***




