POJOKSATU.id - Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) resmi diluncurkan sebagai ekstrakurikuler pilihan di jenjang pendidikan menengah.
Dalam pelaksanaannya, prajurit TNI akan dilibatkan untuk mendampingi kegiatan di sekolah hingga tingkat Komando Distrik Militer (Kodim) dan Komando Rayon Militer (Koramil).
Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan (Kabacadnas Kemhan) Letjen TNI Gabriel Lema mengatakan prajurit akan diturunkan ke sekolah-sekolah untuk memberikan pendampingan dan pelatihan fisik.
“Prajurit diturunkan. Sampai tingkat koramil dan kodim di seluruh Indonesia,” kata Gabriel setelah peluncuran nasional KKRI di SMK Negeri 26 Jakarta, Rabu, 23 September 2026.
Bagaimana kegiatan KKRI dilaksanakan?
Gabriel menjelaskan, KKRI memadukan pembelajaran digital melalui platform KKRI dengan kegiatan tatap muka.
Melalui platform tersebut, tersedia delapan kelas materi yang disiapkan Kementerian Pertahanan.
Materinya antara lain pembinaan karakter, penguatan kepemimpinan, tes psikologi, tes Intelligence Quotient atau IQ, serta materi lainnya.
Para kadet terlebih dahulu mempelajari materi melalui konten digital.
Pembelajaran kemudian dilengkapi dengan aktivitas fisik yang dipandu prajurit TNI secara berkala, sekitar satu kali dalam sepekan.
Baca Juga: Sama-sama Bela Negara, Memang Apa Beda Korps Kadet dengan Pramuka dan Paskibraka?
“Aktivitas fisik itu nanti penyatuan materi setiap minggunya di setiap bulan. Ini langsung ditangani secara bersama antarkementerian lewat sekretariat di sekolah-sekolah,” tutur Gabriel.
KKRI wajib atau pilihan?
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan KKRI merupakan kegiatan ekstrakurikuler pilihan.
“KKRI ini merupakan ekstrakurikuler yang sifatnya pilihan, ya,” ujar Atip saat peluncuran KKRI di SMK Negeri 26 Jakarta.
Program ini menjadi salah satu pilihan kegiatan bagi siswa untuk mengembangkan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, kebersamaan, tanggung jawab, wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara.
TNI terlibat sampai tingkat daerah
Pelaksanaan KKRI merupakan kolaborasi Kementerian Pertahanan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Keterlibatan TNI tidak hanya berada di tingkat pusat. Prajurit dari jajaran Kodim dan Koramil akan dilibatkan dalam pendampingan kegiatan fisik di sekolah.
Dengan pola tersebut, kegiatan KKRI menggabungkan pembelajaran digital, penguatan karakter dan kepemimpinan, serta aktivitas fisik yang didampingi prajurit TNI di sekolah. ***




