POJOKSATU.ID - Pusat Prestasi Nasional secara resmi mengonfirmasi adanya dugaan kecurangan berat yang terjadi selama pelaksanaan tes Olimpiade Sains Nasional tingkat SMA sederajat tahun 2026.

Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, membenarkan bahwa indikasi penyimpangan tersebut terdeteksi langsung oleh tim pemantau di lapangan.

Penemuan mengejutkan ini merupakan hasil kerja sama ketat antara pihak panitia dan para Dewan Juri Nasional di sembilan cabang lomba serta satu ajang ekshibisi.

Berdasarkan hasil pemantauan pada pelaksanaan tes yang berlangsung pertengahan September lalu, indikasi pelanggaran ditemukan pada beberapa bidang perlombaan vital.

Baca Juga: Kabar Kecurangan OSN 2026, Sikap Resmi MAN IC Serpong Jadi Sorotan Publik!

Sektor yang terindikasi tercemar praktik tidak terpuji ini meliputi bidang ekonomi, astronomi, matematika, hingga kebumian.

Menanggapi temuan memprihatinkan tersebut, Puspresnas bersama tim juri langsung bergerak cepat melakukan pemeriksaan mendalam berbasis bukti-bukti otentik.

Proses investigasi dilakukan dengan mengamankan seluruh informasi, menginventarisasi bukti fisik, serta memanggil pihak-pihak yang diduga terlibat untuk dimintai klarifikasi.

Panitia juga menguji ulang seluruh proses dan hasil jawaban peserta pada cabang-cabang perlombaan yang terindikasi mengalami manipulasi.

Baca Juga: DPR Ungkap Kesepakatan Pengangkatan Otomatis 240 Ribu PPPK Paruh Waktu untuk Guru!

Dari hasil penelusuran awal, bentuk pelanggaran yang terjadi masuk dalam kategori sangat berat dan tidak bisa ditoleransi.

Peserta yang terlibat diketahui nekad menggunakan perangkat terlarang serta membawa alat komunikasi tidak sah ke dalam ruang ujian saat tes berlangsung.

Pihak Puspresnas mengimbau seluruh kontingen, sekolah, dan peserta untuk tetap tenang serta menghormati proses hukum dan penilaian yang sedang berjalan.

Irene menegaskan bahwa seluruh pihak harus siap menerima keputusan akhir dan sanksi tegas yang nantinya dijatuhkan oleh Dewan Juri Nasional.

Langkah berani ini diambil demi menjaga keadilan dan kepercayaan publik terhadap kredibilitas ajang OSN di masa depan.***