POJOKSATU.id - Pemerintah Arab Saudi menyiapkan 1.000 kuota beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk tahun akademik 2026-2027.

Selain program beasiswa, Arab Saudi juga berencana memilih tiga hingga lima perguruan tinggi di Indonesia sebagai mitra potensial untuk menjalankan riset bersama.

Kerja sama pendidikan Indonesia dan Arab Saudi tersebut akan diarahkan pada sejumlah bidang strategis, mulai dari Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), penelitian bersama, hingga pengembangan talenta.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengatakan, saat ini terdapat 95 dokumen kerja sama aktif antara perguruan tinggi Indonesia dan Arab Saudi.

Baca Juga: Anak Mendadak Takut ke Daycare? Orang Tua Perlu Waspadai 5 Perubahan Ini

"Jejaring yang ada ini menjadi modal kuat untuk meningkatkan kerja sama yang lebih substantif dan implementatif.

Ke depan, kami terus mendorong kolaborasi yang lebih erat di bidang STEM dan prioritas nasional kedua negara," ujar Fauzan dalam rilisnya, Jumat (4/9/2026).

Ada 95 Kerja Sama Perguruan Tinggi
Fauzan menjelaskan, kerja sama perguruan tinggi Indonesia dan Arab Saudi telah mencakup berbagai bidang.

Kolaborasi tersebut meliputi penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kurikulum, program gelar ganda, pertukaran dosen, hingga visiting professor.

Baca Juga: Bukan Cuma Pelatihan Biasa! Strategi Ini Dipakai Buat Kejar Target Kepala Sekolah di Sulawesi Barat

Sejumlah perguruan tinggi Indonesia juga telah menjalin kemitraan dengan kampus-kampus di Arab Saudi.

Beberapa di antaranya yakni Universitas Negeri Surabaya dengan Saudi Electronic University serta Universitas Muhammadiyah Makassar dengan Al Baha University.

Kemitraan lainnya melibatkan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan King Saud University, Universitas Negeri Yogyakarta dengan Prince Sattam bin Abdulaziz University, serta Universitas Islam Bandung dengan King Abdulaziz University.

Keberadaan 95 dokumen kerja sama aktif tersebut menjadi modal bagi kedua negara untuk memperluas kolaborasi pendidikan yang lebih konkret dan berdampak.

Arab Saudi Akan Pilih 3-5 Kampus Indonesia
Selain menyiapkan kuota beasiswa, pemerintah Arab Saudi juga berencana melakukan asesmen terhadap sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Baca Juga: Direktorat KSPSTK Turun Langsung Sidak Pelatihan Calon Kepala Sekolah di Sultra!

Melalui proses tersebut, sebanyak tiga hingga lima perguruan tinggi akan dipilih sebagai mitra potensial untuk menjalankan penelitian bersama.

Menteri Pendidikan Arab Saudi Yousef bin Abdullah Al-Benyan menekankan pentingnya keterhubungan antara penelitian yang dilakukan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri, pasar, dan dunia usaha.

Karena itu, kolaborasi riset menjadi salah satu fokus dalam pengembangan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Arab Saudi.

Baca Juga: Setelah Viral jadi Bahan Cenooh, BGN Batal Beli LED 535 Miliar, Mas Dar Jelasin Panjang Kali Lebar

Kerja sama juga diarahkan untuk memperkuat bidang STEM serta pengembangan talenta yang dibutuhkan sesuai prioritas kedua negara.

Dengan rencana tersebut, hubungan pendidikan tinggi Indonesia dan Arab Saudi tidak hanya berfokus pada pertukaran akademik dan pemberian beasiswa.

Kolaborasi kedua negara juga diarahkan pada penguatan penelitian, pengembangan talenta, serta pemanfaatan hasil riset agar lebih relevan dengan kebutuhan industri dan dunia usaha. ***