POJOKSATU.ID - Laporan terbaru mengenai tingkat kerusakan sarana pendidikan akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur menyajikan angka yang sangat mengejutkan.

Berdasarkan data resmi Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana, mayoritas sekolah terdampak telah melaporkan kondisi terkini mereka.

Pendataan mendalam memperlihatkan bahwa dampak bencana ini meluas hingga ke tujuh kabupaten dengan melibatkan ratusan ribu murid dan puluhan ribu tenaga pengajar.

Kerusakan fisik terparah berfokus pada bangunan kelas, di mana sebagian besar ruang belajar dilaporkan rusak sedang hingga hancur total.

Baca Juga: Aturan Baru Diluncurkan! Sekolah Terdampak Bencana di Flores Segera Dapat Suntikan Dana Segar Bikin Bantuan Cair Lebih Cepat

Fasilitas penunjang lain seperti laboratorium, perpustakaan, sanitasi, hingga rumah dinas guru juga tidak luput dari guncangan gempa.

Ratusan unit bangunan sekolah bahkan dinyatakan mengalami kerusakan berat sehingga sama sekali tidak aman untuk digunakan.

Menghadapi situasi yang membahayakan ini, Pemerintah Provinsi NTT mengambil keputusan tegas untuk memberlakukan skema belajar dari rumah.

Kebijakan darurat ini diambil demi melindungi keselamatan nyawa warga sekolah dari ancaman gempa susulan yang masih terus terjadi.

Baca Juga: Kabar Baik Buat Lansia dan Disabilitas! Program Bantuan Makanan Segera Ditempelkan ke MBG

Risiko bangunan roboh secara mendadak membuat aktivitas belajar mengajar di dalam gedung sekolah harus dihentikan sementara waktu.

Dari total sekolah yang melapor, sebagian besar memilih menerapkan pembelajaran dari rumah dan sebagian kecil lainnya memanfaatkan fasilitas kelas daring.

Hanya sebagian kecil sekolah yang masih nekat melakukan pembelajaran tatap muka atau memanfaatkan tenda kelas darurat.

Langkah-langkah pencegahan ini terbukti vital untuk memastikan tidak ada korban jiwa tambahan dari lingkungan sekolah selama masa kritis.

Data kerusakan ini akan menjadi acuan utama pemerintah dalam memetakan besaran anggaran pemulihan infrastruktur di NTT.***