POJOKSATU.id - Tes kesehatan dan kebugaran menjadi salah satu tahapan penting dalam seleksi sekolah kedinasan 2026.
Setiap perguruan tinggi kedinasan memiliki ketentuan berbeda mengenai jenis tes fisik yang harus diikuti calon peserta.
Karena itu, persiapan masuk sekolah kedinasan tidak cukup hanya dengan menguasai materi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
Kemampuan berlari, kekuatan otot, kelincahan, keseimbangan, hingga daya tahan tubuh juga perlu dipersiapkan sejak jauh-jauh hari.
Berikut daftar tes kesehatan dan kebugaran yang diterapkan di sejumlah sekolah kedinasan berdasarkan ketentuan dan informasi yang tersedia.
Baca Juga: Gus Yaqut Membela Diri, Kuota Haji Tambahan Tahun 2024 Kebijakan Arab Saudi
Sebagai catatan, PKN STAN belum mengumumkan informasi penerimaan mahasiswa baru untuk lulusan sekolah menengah 2026 saat artikel ini ditulis.
1. IPDN
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) belum mencantumkan secara rinci jenis tes kesamaptaan dalam informasi penerimaan praja tahun ini.
Namun, pelaksanaan pada tahun sebelumnya dapat menjadi gambaran mengenai jenis tes yang perlu dipersiapkan calon peserta.
Tes Kesamaptaan Jasmani A:
-
Lari selama 12 menit. Jarak yang berhasil ditempuh peserta selama 12 menit diukur dalam satuan meter.
Baca Juga: 526.689 Formasi Guru Dibutuhkan, Tapi Ada 955.245 PPPK, Usia 35 Tahun Jadi Batasan?
Tes Kesamaptaan Jasmani B:
-
Pull up untuk calon praja laki-laki atau chinning untuk perempuan selama 1 menit.
-
Sit up selama 1 menit.
-
Push up selama 1 menit.
-
Shuttle run sebanyak 6 putaran dengan jarak 10 meter yang membentuk angka delapan.
Calon peserta IPDN perlu menunggu ketentuan resmi 2026 untuk memastikan jenis dan mekanisme tes yang berlaku tahun ini.
Baca Juga: Lulus Sekolah Kedinasan, STIN Wajib Ikatan Dinas 16 Tahun, Poltek SSN 10 Tahun, Cek yang Lainnya
2. Sekolah Kedinasan Kemenhub
Sekolah kedinasan di lingkungan Kementerian Perhubungan memiliki rangkaian tes fisik yang mencakup fungsi aerobik, muskuloskeletal, mobilitas, dan keseimbangan.
Tes Fungsi Aerobik
Bleep test dilakukan dengan lari bolak-balik atau shuttle run sepanjang 20 meter dengan kecepatan tertentu.
Tes Fungsi Muskuloskeletal
Tes yang dilakukan meliputi:
-
Push up standar untuk laki-laki selama 1 menit.
-
Push up modifikasi untuk perempuan selama 1 menit.
-
Curl up selama 4 menit 45 detik untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot inti, terutama otot perut.
Baca Juga: Empat Dokumen Wajib Sekolah Kedinasan 2026 yang Harus Disiapkan, Jangan Salah Upload
Tes Mobilitas dan Keseimbangan
Peserta menjalani tes fleksibilitas V-sit & reach untuk mengukur fleksibilitas otot punggung bawah dan hamstring.
Tes dilakukan dalam dua kali percobaan, masing-masing selama 10 detik.
Selain itu, terdapat balance test, yakni peserta berjalan di sepanjang balok untuk mengukur kemampuan keseimbangan.
3. Poltekpin
Tes kesamaptaan Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) meliputi sejumlah kemampuan fisik dasar.
Rangkaian tes terdiri dari:
-
Lari mengelilingi lintasan selama 12 menit.
-
Pull up selama 1 menit.
-
Push up selama 1 menit.
-
Sit up selama 1 menit.
-
Shuttle run 6 x 10 meter.
Baca Juga: View YouTube Berubah Mulai 24 Agustus 2026, Ini Sistem Penghitungan Terbarunya
Calon peserta perlu mempersiapkan daya tahan sekaligus kekuatan tubuh karena beberapa jenis tes dilakukan secara berurutan.
4. Polstat STIS
Politeknik Statistika STIS memiliki pemeriksaan kesehatan dan tes kebugaran.
Tes kesehatan mencakup pemeriksaan tinggi dan berat badan, tekanan darah, dan/atau pemeriksaan kesehatan lainnya yang ditentukan panitia pusat.
Sementara itu, tes kebugaran terdiri dari:
-
Lari mengelilingi lintasan.
-
Shuttle run.
Ketentuan detail mengenai pelaksanaan dan penilaian mengikuti aturan panitia seleksi.
Baca Juga: Biaya Haji 2027 Naik Hampir Rp 20 Juta, Anggota Komisi VIII: Naudzubillah Min Dzalik Jika Terjadi
5. STIN
Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) memiliki tes kesegaran jasmani yang terbagi menjadi dua bagian.
Tes Kesegaran Jasmani A:
-
Lari selama 12 menit.
Tes Kesegaran Jasmani B:
-
Pull up.
-
Sit up.
-
Push up.
-
Shuttle run.
Tes kebugaran memiliki bobot penilaian sebesar 5 persen.
Baca Juga: 21 Kampus dengan Jurusan Teknik Terbaik di Indonesia 2026, Ada ITB hingga UI
Penilaiannya mengikuti standar tes kesegaran jasmani STIN dan bersifat menggugurkan. Peserta dengan nilai ≤40 akan digugurkan dalam penentuan hasil akhir seleksi.
6. Poltek SSN
Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) juga menguji sejumlah kemampuan fisik dasar.
Tes kebugarannya terdiri dari:
-
Lari 12 menit.
-
Pull up atau chinning selama 1 menit.
-
Sit up selama 1 menit.
-
Push up selama 1 menit.
Dengan jenis tes tersebut, peserta perlu melatih kemampuan kardio sekaligus kekuatan otot bagian atas dan inti tubuh.
Baca Juga: Tujuh Sekolah Kedinasan 2026 yang Punya Syarat Tinggi Badan, Cek Ketentuannya
7. STMKG
Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) menggunakan metode Cooper Test dalam tes kebugaran.
Metode ini mengukur kemampuan peserta berlari atau berjalan secepat-cepatnya sejauh 2,4 kilometer.
Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan jarak tersebut kemudian dicatat sebagai bagian dari penilaian kebugaran.
8. Poltekimipas
Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltekimipas) menetapkan tes kesamaptaan yang mencakup beberapa aspek kemampuan fisik.
Aspek yang diuji meliputi:
-
Daya tahan.
-
Kekuatan.
-
Kecepatan.
-
Kelincahan.
-
Keseimbangan.
Baca Juga: Jangkau 8.400 Penerima Manfaat, Alfamart dan Sweety Lanjutkan Program Sahabat Posyandu
Karena mencakup beberapa komponen sekaligus, calon peserta perlu melakukan latihan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan berlari.
Persiapan Fisik Sebelum Tes Sekolah Kedinasan
Perbedaan jenis tes membuat calon peserta sebaiknya menyesuaikan latihan dengan sekolah kedinasan yang dipilih.
Peserta yang menghadapi lari 12 menit perlu membangun daya tahan kardiorespirasi.
Sementara itu, peserta yang menghadapi pull up, push up, dan sit up perlu memperkuat otot secara bertahap.
Latihan shuttle run juga penting bagi peserta yang menghadapi tes kelincahan.
Baca Juga: Tak Perlu Urus Visa di Kedutaan, Ini 25 Negara yang Beri Visa on Arrival untuk WNI
Namun, latihan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan konsisten. Jangan memaksakan tubuh melakukan latihan berat secara mendadak menjelang hari pelaksanaan tes.
Selain latihan fisik, calon peserta juga perlu memperhatikan waktu istirahat, asupan makanan, hidrasi, dan kondisi tubuh agar dapat mengikuti rangkaian seleksi dengan optimal.
Yang paling penting, peserta perlu kembali memeriksa pengumuman resmi sekolah kedinasan masing-masing.
Jenis tes, mekanisme penilaian, jadwal, serta ketentuan kesehatan dapat berubah dan tidak selalu sama antara satu instansi dengan instansi lainnya. ***




