POJOKSATU.id - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bisa menjadi momen yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak-anak.
Selain mengikuti rangkaian acara di sekolah atau lingkungan tempat tinggal, anak juga bisa dilatih tampil percaya diri melalui pidato atau Pildacil.
Pada 2026, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah jatuh pada 12 Rabiul Awal yang bertepatan dengan Selasa, 25 Agustus 2026.
Momen ini biasanya diisi dengan berbagai kegiatan bernuansa keagamaan.
Bagi sekolah, salah satu kegiatan yang cukup menarik adalah lomba pidato.
Anak-anak tidak hanya belajar berbicara di depan banyak orang, tetapi juga diajak memahami nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Nah, tema pidatonya pun tidak harus berat.
Materi tentang kejujuran, menghormati orang tua dan guru, gemar berbagi, sabar, hingga menjaga akhlak justru lebih mudah dipahami anak SD.
Pidato tentang akhlak dan keteladanan Rasul
“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, hari ini kita dapat berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kita tentu bersyukur karena Rasulullah telah mengajarkan banyak kebaikan kepada umat manusia.
Teman-teman, mencintai Nabi Muhammad bukan hanya dengan mengingat hari kelahirannya.
Kita juga perlu mencoba mengikuti akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Mulai dari berkata jujur, menghormati orang tua, menyayangi teman, dan tidak menyakiti orang lain.
Kalau kita membiasakan kebaikan sejak kecil, insyaallah kita akan tumbuh menjadi anak yang bermanfaat bagi banyak orang.
Demikian pidato yang dapat saya sampaikan. Semoga kita semua bisa meneladani akhlak baginda Nabi Muhammad SAW.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh”.
Pidato tentang berbagi dengan sesama
“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bapak, Ibu, guru, dan teman-teman yang saya hormati.
Hari ini kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Salah satu hal yang bisa kita teladani dari Rasulullah adalah kepedulian kepada sesama.
Berbagi tidak harus menunggu kita memiliki banyak uang. Kita bisa berbagi makanan, ilmu, waktu, bahkan membantu teman yang sedang mengalami kesulitan.
Kalau punya dua makanan dan teman kita belum makan, tidak ada salahnya berbagi satu. Kalau teman kesulitan memahami pelajaran, kita juga bisa membantu menjelaskannya.
Kebaikan kecil mungkin terlihat sederhana, tetapi bisa membuat orang lain merasa diperhatikan.
Mari kita jadikan Maulid Nabi sebagai pengingat untuk menjadi anak yang suka berbagi dan tidak hanya memikirkan diri sendiri.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”
Untuk lomba Pildacil, tema seperti ini bisa dibuat lebih hidup dengan contoh yang dekat dengan keseharian anak.
Pidato tentang pentingnya sabar
“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Teman-teman, siapa di sini yang pernah tidak sabar menunggu?
Menunggu giliran bermain saja kadang rasanya lama sekali.
Apalagi kalau sudah melihat teman bermain lebih dulu.
Namun, kita perlu belajar bahwa sabar adalah bagian dari kebaikan.
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk menghadapi berbagai keadaan dengan kesabaran dan keteguhan hati.
Menjadi anak yang sabar bukan berarti tidak boleh merasa kecewa.
Kita boleh kecewa, tetapi jangan sampai emosi membuat kita menyakiti orang lain.
Mari belajar sabar sedikit demi sedikit. Sabar saat belajar, sabar saat menunggu, dan sabar ketika menghadapi masalah.
Semoga dengan belajar sabar, kita bisa menjadi anak yang lebih baik dan lebih disukai oleh orang-orang di sekitar kita.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”
Bahasa yang ringan seperti ini biasanya lebih mudah dibawakan anak karena tidak terasa seperti sedang membaca materi yang terlalu formal.
Pidato tentang cinta kepada Rasulullah
“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, pada kesempatan ini kita dapat bersama-sama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Teman-teman, kita tentu mencintai Rasulullah. Tetapi bagaimana cara menunjukkan rasa cinta itu?
Kita bisa memulainya dengan hal sederhana. Kita belajar berkata jujur, menghormati orang tua dan guru, menyayangi teman, serta berusaha membantu orang lain.
Rasulullah memberikan banyak teladan yang bisa kita pelajari. Karena itu, jangan sampai peringatan Maulid Nabi hanya menjadi acara yang kita ikuti setiap tahun.
Jadikan peringatan ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.
Kalau hari ini kita masih suka marah, mari belajar lebih sabar. Kalau masih sering lupa membantu orang lain, mari mulai peduli. Kalau masih pernah berkata tidak jujur, mari belajar mengatakan kebenaran.
Semoga kita menjadi anak-anak yang tidak hanya mengenal nama Nabi Muhammad SAW, tetapi juga berusaha mengikuti teladan beliau.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”
Supaya pidato anak tidak terasa kaku
Teks yang bagus belum tentu terasa menarik jika dibawakan dengan cara yang terlalu kaku.
Karena itu, anak sebaiknya memahami isi pidato lebih dulu sebelum menghafalnya.
Gunakan kalimat yang mudah diucapkan dan jangan memasukkan terlalu banyak istilah yang belum dipahami.
Jika ingin membuat suasana lebih hidup, boleh menyelipkan pertanyaan sederhana kepada teman-teman atau hadirin.
Misalnya, “Siapa yang pernah membantu ibu di rumah?” atau “Siapa yang pernah tidak sabar saat menunggu giliran?”
Cara tersebut membuat anak terlihat lebih natural ketika tampil.
Intonasi juga penting. Bagian pembukaan bisa disampaikan dengan tenang, sedangkan bagian yang berisi ajakan dapat diberi penekanan agar pesan pidato lebih terasa.
Yang tidak kalah penting, anak tidak perlu mengejar pidato yang terlalu panjang.
Materi yang sederhana tetapi benar-benar dipahami justru bisa membuat penampilan lebih percaya diri.
Maulid Nabi bukan sekadar kesempatan untuk tampil di depan panggung dan mendapatkan nilai terbaik dalam sebuah lomba.
Di balik latihan pidato, ada kesempatan bagi anak untuk belajar berani, berbicara dengan santun, memahami kebaikan, dan perlahan meneladani Rasulullah SAW.
Semoga dari satu pidato yang sederhana, tumbuh kebiasaan baik yang terus dibawa anak dalam kehidupan sehari-hari.***




