POJOKSATU.id - Presiden Prabowo Subianto menargetkan seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan dapat selesai direnovasi paling lambat pada 2029.

Target tersebut disampaikan Prabowo saat menyampaikan Pidato Nota Keuangan dan RAPBN dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Prabowo menegaskan, tidak boleh lagi ada sekolah yang mengalami kerusakan parah hingga mengancam keselamatan siswa.

“Kita akan menyelesaikan renovasi seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan paling lambat tahun 2029,” kata Prabowo.

Baca Juga: Gempa 7,7 Guncang Flores, BRI Peduli Bergerak Cepat Salurkan Bantuan ke Warga

Menurut Prabowo, negara memiliki kewajiban memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan tempat belajar yang aman dan layak.

“Bagi saya, negara wajib memastikan setiap anak sekolah belajar di sekolah yang aman dan bermartabat. Sekolah adalah tempat anak-anak Indonesia membangun masa depan mereka,” ujarnya.

Sekolah Rusak Tak Boleh Dibiarkan

Prabowo menyadari masih banyak siswa yang harus belajar dalam kondisi sekolah yang memprihatinkan.

Kerusakan tersebut mulai dari atap bocor atau runtuh, dinding retak, toilet rusak, hingga ruang kelas yang tidak aman.

Baca Juga: Tiga Gempa Kuat Landa Indonesia Sabtu 15 Agustus, Sama-sama Gempa Tektonik, Ini Perbedaannya

“Tetapi kita mengerti bahwa masih banyak anak-anak kita yang belajar dengan atap yang bocor, mungkin juga atap yang runtuh, dinding yang retak, toilet yang rusak, mungkin juga WC yang tidak ada, ruang kelas yang tidak aman. Keadaan ini tidak boleh kita wariskan,” tutur Prabowo.

Karena itu, pemerintah akan terus mempercepat program renovasi sekolah. 

Pada 2026, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp14 triliun untuk program revitalisasi 11.744 satuan pendidikan, dengan prioritas sekolah rusak berat, wilayah 3T, dan daerah terdampak bencana. 

Program tersebut kemudian diperluas dengan target tambahan sekitar 60.000 satuan pendidikan, sehingga sedikitnya 71.000 sekolah memperoleh dukungan revitalisasi pada tahun ini. 

Baca Juga: Heboh, Indonesia Ekspor Monyet untuk Riset, Begini Penjelasan Pakar IPB

Dalam pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027, Prabowo menegaskan program perbaikan akan terus dipercepat pada 2027 dan 2028, dengan target seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan selesai paling lambat 2029. 

Sebagai gambaran, dalam RAPBN 2026 pemerintah sebelumnya mengalokasikan Rp22,5 triliun untuk revitalisasi sekolah dan madrasah.

Prabowo bahkan menyebut program tersebut sebagai renovasi sekolah terbesar dalam sejarah Indonesia.

“Program renovasi seluruh sekolah dan satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan akan terus dipercepat pada tahun 2027 dan 2028, dan harus selesai paling lambat tahun 2029. 

Ini adalah program renovasi sekolah terbesar dalam sejarah kita, Saudara-saudara sekalian,” tuturnya.

Ia juga menegaskan tidak boleh lagi ada sekolah roboh maupun ruang kelas rusak yang dibiarkan bertahun-tahun.

Baca Juga: Korban Gempa M7,7 di NTT Capai 112 Orang, Operasi SAR Dipusatkan di Dua Wilayah

“Kita harus berani memasang target yang tinggi. Tidak boleh ada lagi cerita sekolah roboh, tidak boleh lagi ada ruang kelas rusak yang dibiarkan rusak bertahun-tahun," kata Prabowo. 

"Semua sekolah harus berada dalam kondisi baik, aman, bersih, layak untuk belajar. Semua sekolah harus punya kamar kecil yang layak,” lanjut Presiden.

Semua Sekolah Ditargetkan Punya IFP

Selain memperbaiki bangunan sekolah, pemerintah juga akan meningkatkan fasilitas pembelajaran melalui pemasangan layar pintar interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP).

Prabowo menargetkan pada akhir Desember 2026 seluruh sekolah mendapatkan tambahan tiga layar.

“Semua ruang kelas akan kita lengkapi dengan layar pintar interaktif atau IFP. Di akhir bulan Desember 2026, kita perjuangkan semua sekolah akan menerima tambahan tiga layar untuk tiap sekolah,” tuturnya.

Baca Juga: Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan Khusus Peringatan HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026

Ia menjelaskan, sekolah yang sebelumnya telah menerima satu IFP nantinya ditargetkan memiliki empat ruang yang dilengkapi perangkat tersebut.

“Akhir tahun ini, kalau tahun yang lalu baru terima satu, akhir tahun ini semua sekolah di Indonesia akan punya empat ruangan yang memiliki IFP. IFP ini akan memudahkan guru dan murid untuk mengajar dan belajar,” jelas Prabowo.

Pemerintah juga akan mengembangkan pembelajaran jarak jauh melalui siaran. 

Guru-guru terbaik nantinya diharapkan dapat mengajar dari studio guru yang berada di Jakarta maupun ibu kota provinsi.

“Kita juga akan mengadakan long distance learning, pembelajaran lewat siaran jarak jauh. Guru-guru terbaik akan bisa mengajar dari studio guru di Jakarta atau di ibu kota-ibu kota provinsi,” ungkapnya.

Baca Juga: Mensesneg Apresiasi Semangat Nasionalisme Anak Muda di Panggung HUT ke-81 RI

Dengan program tersebut, Prabowo berharap seluruh siswa di Indonesia memiliki akses terhadap pembelajaran berkualitas.

“Semua kelas di seluruh Indonesia akan punya akses kepada pendidikan yang terbaik. Kita harus melakukan lompatan di bidang pendidikan,” sambungnya.

Prabowo Perjuangkan Sekolah Negeri Gratis

Tak hanya soal bangunan dan fasilitas pembelajaran, Prabowo juga menyampaikan keinginan pemerintah untuk memperjuangkan agar sekolah negeri tidak memungut biaya dari siswa.

“Pemerintah juga akan memperjuangkan seluruh sekolah negeri tidak dipungut bayaran. Ini adalah cita-cita pendiri-pendiri bangsa kita, pendidikan adalah hak semua anak Indonesia,” kata Prabowo.

Baca Juga: Digitalisasi Bansos Diharapkan Pangkas Waktu Verifikasi dan Bebas Biaya Bagi Warga Kurang Mampu oleh Kemensos

Ia mengatakan masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi tetap dapat memilih sekolah swasta. 

Namun, pemerintah harus memastikan anak-anak Indonesia memiliki pilihan untuk memperoleh pendidikan gratis di sekolah negeri.

“Bagi mereka yang punya kemampuan, silakan ke sekolah-sekolah swasta yang hebat. Tapi untuk pemerintah, kita harus perjuangkan anak-anak kita bisa sekolah dengan gratis,” pungkasnya.

Target renovasi hingga 2029, penambahan IFP, pengembangan pembelajaran jarak jauh, serta upaya mewujudkan sekolah negeri gratis menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan di Indonesia. ***