POJOKSATU.ID - Pelaksanaan Program Taruna Bhakti di Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata sinergi erat antara kementerian sipil dan institusi keamanan negara.

Agenda pelepasan dan peninjauan program ini dihadiri langsung oleh deretan pejabat tinggi dari Kementerian Sosial, Akademi TNI, serta Kepolisian.

Kehadiran para pimpinan lembaga ini menegaskan besarnya perhatian pemerintah terhadap kesuksesan pembentukan mental anak didik.

Saat meninjau demonstrasi bimbingan taruna, Danjen Akademi TNI Letjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha turut memberikan lecutan motivasi langsung.

Baca Juga: Tujuh Fondasi Karakter Sekolah Rakyat dan Garis Merah yang Tak Boleh Dilanggar

Beliau menekankan pentingnya bagi para siswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi segala bentuk tantangan hidup.

Menurutnya, ketangguhan mental dalam menghadapi rintangan dan hambatan adalah syarat utama bagi seseorang untuk disebut sebagai seorang pejuang.

Pesan motivasi tersebut disambut hangat oleh para siswa yang sedang menempuh masa orientasi di asrama.

Hadir pula dalam kesempatan itu jajaran pejabat utama Kemensos seperti Sekretaris Jenderal dan para Direktur Jenderal terkait.

Baca Juga: Bantu Adaptasi Asrama, Taruna Bhakti Diterjunkan Jadi Role Model di Sekolah Rakyat Kemensos

Dari pihak militer dan kepolisian, Wadanjen Akademi TNI serta perwakilan dari Astamaops Polri turut mendampingi di lokasi.

Kolaborasi lintas sektor ini memastikan bahwa pendampingan yang diberikan tidak hanya baik secara konsep, tetapi juga solid di lapangan.

Para taruna yang diterjunkan mendapat dukungan penuh dari struktur pimpinan mereka untuk menjalankan tugas sosial-kemasyarakatan ini.

Langkah gabungan ini dinilai sebagai terobosan positif dalam mengombinasikan pendidikan vokasional, disiplin aparat, dan perlindungan sosial.

Harapannya, generasi muda yang lulus dari Sekolah Rakyat kelak memiliki daya tahan mental yang kuat serta siap bersaing.

Komitmen bersama ini dipastikan bakal terus dikawal agar memberikan dampak nyata bagi masa depan pendidikan anak-anak kurang mampu.***