POJOKSATU.ID - Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi nyata pemerintah dalam merangkul anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar tetap mendapatkan akses pendidikan berkualitas.
Berbeda dengan sekolah umum pada umumnya, proses penerimaan peserta didik di instansi ini sama sekali tidak menggunakan jalur seleksi akademik.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa penyaringan siswa dilakukan secara ketat melalui penjangkauan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
Sebagian besar siswa yang berhasil terjaring merupakan anak-anak yang sempat putus sekolah atau bahkan belum pernah merasakan bangku sekolah formal.
Baca Juga: Makan Kerupuk dan Panjat Pinang Masih Mendominasi Lomba 17-an Tahun ini?
Setelah data calon siswa terverifikasi di sistem, tim pendamping sosial akan melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi riil keluarga.
Proses dialog intensif juga dilakukan bersama para orang tua murid sebelum nama calon siswa diusulkan kepada pemerintah daerah dan disahkan oleh Kementerian Sosial.
Salah satu kisah sukses penerimaan ini terlihat pada sosok Arka Nanta Juanito Bolu, seorang anak nelayan kecil asal Gresik.
Setelah setahun menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat, Arka tumbuh menjadi pribadi yang sangat disiplin dan percaya diri hingga dipercaya memimpin apel siswa.
Baca Juga: Kejagung Terbuka Soal Emas 74 Kg Uang Rp476 M di Rumah Febrie, Namun Pemilik Tak Jua Diungkap
Selain memberikan kepastian pendidikan, lingkungan Sekolah Rakyat juga menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antarumat beragama.
Pihak sekolah memfasilitasi kebutuhan ibadah seluruh siswa tanpa membeda-bedakan keyakinan, termasuk mengantar siswa non-muslim ke gereja secara rutin.
Pendekatan yang inklusif ini membuat para siswa dari latar belakang rentan merasa aman dan memiliki ruang yang sama untuk berkembang.
Dialog interaktif dan berbagai kegiatan seni juga rutin digelar untuk mengasah keberanian serta potensi bakat diri peserta didik.
Melalui sistem ini, pemerintah berharap dapat memutus rantai kemiskinan dengan cara mencerdaskan anak-anak dari kelompok kurang mampu.***




