POJOKSATU.ID - Sebanyak 65 Sekolah Rakyat secara serentak melaksanakan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) gelombang kedua.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf membuka rangkaian kegiatan tersebut secara daring dari Jakarta, sedangkan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menghadiri acara di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Wonosobo.
Mensos menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan nyata terhadap keberlangsungan program Sekolah Rakyat.
Program ini dirancang khusus sebagai langkah strategis Presiden Prabowo Subianto untuk mengentaskan anak-anak dari keluarga kurang mampu dan miskin ekstrem.
Kehadiran Sekolah Rakyat ditujukan untuk memberikan kesempatan belajar bagi anak-anak yang belum pernah mengenyam pendidikan formal maupun yang mengalami putus sekolah.
Data nasional menunjukkan terdapat lebih dari empat juta anak usia sekolah di Indonesia yang saat ini tidak menempuh jalur pendidikan.
Pelaksanaan MPLS yang dibagi ke dalam empat gelombang dilakukan dengan prinsip kehati-hatian agar seluruh fasilitas sekolah benar-benar siap dan aman.
Terdapat tiga poin utama pertimbangan pemerintah, yaitu kesiapan sarana prasarana, kenyamanan anak, serta kepastian verifikasi utilitas dasar seperti air dan listrik.
Baca Juga: Apa Yang Paling Banyak Dicari Orang Indonesia Di Google Setiap Bulan Agustus?
Pendekatan ini dinilai sejalan dengan regulasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026 mengenai ruang belajar yang aman.
Mensos meminta seluruh tenaga pendidik untuk mengawal proses MPLS agar terbebas dari perundungan, kekerasan, dan sikap intoleransi.
Selain itu, kegiatan pengenalan lingkungan ini dimanfaatkan sebagai momen untuk memetakan kondisi fisik, psikologis, serta bakat awal dari setiap siswa.
Dalam hal pembentukan karakter, para siswa Sekolah Rakyat akan mendapatkan pendampingan dari taruna TNI dan Polri untuk melatih kedisiplinan hidup berasrama.
Mensos di samping itu mengajak para orang tua untuk mendukung penuh proses belajar anak-anak mereka dan menegaskan bahwa fasilitas kunjungan selalu terbuka.
Keberhasilan program gotong royong ini tidak lepas dari peran pendamping sosial serta pemerintah daerah yang menyediakan lahan dan fasilitas pendukung.***




