POJOKSATU.id — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali membuka Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) 2026.
Program ini diselenggarakan melalui skema pendanaan bersama (co-funding) yang melibatkan perguruan tinggi mitra sebagai pihak pendukung pembiayaan.
Melalui program tersebut, dosen dari perguruan tinggi yang berada di bawah koordinasi Kemdiktisaintek berkesempatan melanjutkan pendidikan jenjang doktor (S3), baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.
Baca Juga: Letusan Gunung Api Terbesar yang Berdampak Besar pada Bumi, dari Toba hingga Tambora
Program BPDDI Kemitraan ditujukan bagi dosen di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) yang berada di bawah koordinasi Kemdiktisaintek.
Peserta yang mengikuti program ini harus memperoleh dukungan pembiayaan bersama dari perguruan tinggi atau instansi asal selama menempuh studi doktor.
Lalu, apa saja fasilitas pendanaan yang diterima penerima Beasiswa BPDDI 2026?
Baca Juga: Asal Usul Danau Toba, Dari Letusan Gunung Api Purba hingga Kisah Legenda Toba dan Samosir
Berdasarkan booklet sosialisasi BPDDI, berikut rincian komponen beasiswa yang disediakan.
Komponen Dana Beasiswa BPDDI 2026
Penerima Beasiswa BPDDI 2026 akan memperoleh sejumlah bantuan pendanaan dari Kemdiktisaintek yang di antaranya:
- Dana biaya hidup setiap bulan.
- Biaya transportasi keberangkatan dan kepulangan sebanyak satu kali selama masa studi.
Baca Juga: Hobi Main Game Bisa Jadi Beasiswa, Ini Syarat Max Achievement Scholarship 2026
- Dana kedatangan (settlement allowance).
- Dana insentif publikasi ilmiah.
Sementara itu, sejumlah komponen pembiayaan lainnya menjadi tanggung jawab perguruan tinggi mitra, yaitu:
- Biaya pendidikan atau SPP (tuition fee).
- Biaya pendaftaran.
- Dana penelitian atau penyusunan disertasi.
- Asuransi kesehatan bagi peserta skema joint degree atau dual degree.
- Biaya pengurusan visa untuk peserta program joint degree atau dual degree.
Baca Juga: Penjaga Rumah Eks Jampidsus Sempat Pulang Kampung, Dipanggil Pulang Sama Febrie Seminggu Lalu
Syarat Penerima Beasiswa BPDDI 2026
Calon penerima Beasiswa BPDDI 2026 wajib memenuhi sejumlah persyaratan sebagai berikut:
- Berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
- Berprofesi sebagai dosen tetap atau dosen tidak tetap di bawah koordinasi Kemdiktisaintek yang telah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) serta terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
- Khusus dosen tidak tetap, perguruan tinggi asal wajib menyertakan surat perjanjian yang menyatakan dosen tersebut akan tetap bekerja sebagai dosen sesuai masa ikatan dinas yang ditentukan.
Baca Juga: Kota Bandung Mulai Terdampak Kemarau, Walkot Farhan Jamin Pasokan Air Bersih Aman
- Berusia paling tinggi 57 tahun per 31 Desember 2026 bagi dosen yang masih menduduki jabatan fungsional.
- Berusia maksimal 53 tahun bagi peserta yang telah meninggalkan jabatan fungsional dosen.
- Tidak sedang menempuh pendidikan pada institusi pendidikan lain.
- Tidak sedang mengikuti program pendidikan pada jenjang yang sama dengan pendidikan yang telah diselesaikan sebelumnya.
- Tidak menerima beasiswa lain dengan komponen pendanaan yang sama sehingga tidak terjadi pendanaan ganda (double funding).
- Telah memperoleh Surat Keterangan Diterima Tanpa Syarat atau Unconditional Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi tujuan di dalam negeri untuk semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027.
Baca Juga: Kota Bandung Mulai Terdampak Kemarau, Walkot Farhan Jamin Pasokan Air Bersih Aman
Cara Mengajukan Beasiswa BPDDI 2026
Usulan Beasiswa BPDDI 2026 diajukan melalui surat elektronik ke alamat [[email protected]](mailto:[email protected]) dengan subjek email "Pengajuan Proposal BPDDI Kemitraan Pendanaan 2026_Nama PT".
Selanjutnya, PPAPT akan melakukan pemeriksaan administrasi terhadap proposal yang masuk.
Perguruan tinggi mitra yang memenuhi syarat akan diundang mengikuti tahapan review sebelum akhirnya ditetapkan sebagai penerima program BPDDI 2026.
Baca Juga: Beda Nasib Maling Ayam dan Maling Uang Negara: Satu Masuk Kubur, Satu Lagi Tidur di Lapas Mewah!
Jadwal Seleksi Beasiswa BPDDI 2026
Berikut tahapan pelaksanaan seleksi BPDDI 2026:
- Penawaran program: 23 Juli 2026.
- Sosialisasi dan penyamaan persepsi: 24 Juli 2026.
- Penyusunan serta pengiriman proposal: 24–31 Juli 2026.
- Review administrasi proposal: 1–6 Agustus 2026.
- Seleksi substansi proposal: 10–11 Agustus 2026.
- Penetapan hasil seleksi: 14 Agustus 2026.
Itulah informasi mengenai Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) 2026,
Mulai dari komponen pendanaan, persyaratan peserta, mekanisme pengajuan, hingga jadwal seleksinya.***




