POJOKSATU.id – Menteri Pendidikan Tinggi dan Sains Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto, menegaskan pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI) tidak akan mengubah fungsi Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains Teknologi maupun tata kelola perguruan tinggi di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Brian menyusul munculnya berbagai pertanyaan mengenai posisi Universitas Republik Indonesia setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Gubernur dan Wakil Gubernur URI.
Brian memastikan seluruh tugas dan kewenangan Kemendikti Saintek tetap berjalan sebagaimana selama ini.
Baca Juga: Gugur di Perempat Final China Open 2026, Segini Uang Hadiah Buat Jojo, Putri KW hingga Rachel Febi
"Nggak, fungsi kita tidak berubah ya, semuanya, tidak ada. Jadi mungkin nanti dalam waktu dekat Pak Gubernur URI akan lebih menjelaskan lagi bagaimana peran dan posisinya," ungkap Brian.
URI Tidak Membawahi Seluruh Perguruan Tinggi
Brian juga meluruskan anggapan bahwa Universitas Republik Indonesia akan menjadi lembaga yang membawahi seluruh kampus di Indonesia.
Menurutnya, keberadaan URI memiliki fungsi tersendiri dan tidak mengambil alih kewenangan pengelolaan perguruan tinggi yang selama ini berada di bawah Kemendikti Saintek.
Baca Juga: China Open 2026: Wakil Indonesia Berguguran di 8 besar, Hanya Fajar/Fikri Bertahan
"Tapi bukan berarti URI itu membawahi seluruh kampus-kampus ya, tidak begitu," kata Brian.
Penegasan tersebut sekaligus menjawab kekhawatiran sebagian kalangan yang menilai pembentukan URI akan mengubah struktur pengelolaan pendidikan tinggi nasional.
Anggaran Kemendikti Tidak Berubah
Selain menegaskan soal kewenangan, Brian juga memastikan pembentukan Universitas Republik Indonesia tidak akan mengubah alokasi anggaran yang selama ini diterima Kemendikti Saintek.
Dengan demikian, pelaksanaan program pendidikan tinggi yang telah berjalan tetap berlangsung sebagaimana direncanakan.
Sementara itu, pemerintah masih menyusun kebutuhan anggaran tersendiri untuk mendukung operasional Universitas Republik Indonesia.
URI Fokus Siapkan Pemimpin Masa Depan
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Prof. Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI.
Usai pelantikan, Donny menjelaskan bahwa Universitas Republik Indonesia dibentuk sebagai pusat pembinaan kepemimpinan nasional untuk menyiapkan calon pemimpin Indonesia di masa depan.
Baca Juga: Cara Menulis Esai Beasiswa yang Baik dan Benar, Lengkap dengan Struktur dan Tipsnya
Menurutnya, Presiden Prabowo ingin mengintegrasikan berbagai jenjang pendidikan ke dalam satu ekosistem pembinaan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
"Bapak Presiden sangat concern dengan sumber daya manusia, terutama untuk pemimpin Indonesia di masa depan.
Beliau menginginkan adanya pendidikan-pendidikan, baik di tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dan juga di pemerintahan," jelas Donny.
"Beliau ingin mengonsolidasikan, mengintegrasikan beberapa pendidikan yang sudah ada saat ini," tambahnya.
Pimpin Tiga Badan Pendidikan
Dalam struktur yang sedang dibangun, Universitas Republik Indonesia akan menjadi bagian dari Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan (BPPK).
Lembaga tersebut akan mengoordinasikan tiga badan utama, yaitu:
- Badan Pengelola Sekolah Unggulan.
- Badan Pengelola Perguruan Tinggi.
- Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Ketiga lembaga tersebut akan diintegrasikan untuk membangun sistem pembinaan sumber daya manusia sejak jenjang sekolah, pendidikan tinggi, hingga pembinaan aparatur pemerintahan dan pegawai badan usaha milik negara (BUMN).
Meski menjadi bagian dari ekosistem baru pengembangan kepemimpinan nasional, pemerintah menegaskan Universitas Republik Indonesia tidak menggantikan fungsi perguruan tinggi yang sudah ada maupun kewenangan Kemendikti Saintek.
URI diproyeksikan menjadi lembaga pendidikan kepemimpinan yang melengkapi sistem pendidikan nasional dalam menyiapkan calon pemimpin Indonesia di masa depan.***




