POJOKSATU.id - Kabar menggembirakan datang bagi calon peserta Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) 2026 Tahap II.
Seleksi tahun ini menghadirkan sejumlah perubahan yang membuat proses pendaftaran lebih sederhana, mulai dari penyederhanaan dokumen hingga kelonggaran syarat kemampuan bahasa Inggris.
Pendaftaran sendiri masih dibuka hingga 31 Juli 2026, sehingga calon pelamar masih memiliki kesempatan menyiapkan seluruh dokumen sesuai ketentuan terbaru.
Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, mengatakan berbagai penyesuaian tersebut merupakan bagian dari inovasi agar proses seleksi menjadi lebih mudah tanpa mengurangi kualitas penerima beasiswa.
"Banyak sekali inovasi-inovasi yang memberikan kelonggaran. Tidak hanya untuk pendaftaran yang kita permudah, dan juga syarat-syaratnya tentunya tidak memberatkan, begitu juga pilihan-pilihan studinya makin tajam," ujar Dwi Larso.
Personal Statement Tak Lagi Berupa Esai
Perubahan paling mencolok pada seleksi Tahap II adalah dihapusnya kewajiban membuat personal statement dalam bentuk esai.
Sebagai gantinya, peserta cukup mengisi profil diri dengan format yang lebih praktis.
Kebijakan ini diharapkan mempermudah pelamar dalam memperkenalkan latar belakang serta potensi yang dimiliki.
Kepala Divisi Rekrutmen dan Seleksi LPDP, Anda Ramona Sinaga, menjelaskan bahwa format baru tersebut dibuat lebih sederhana dan langsung mengarah pada informasi penting.
"Ada perbedaan dari tahap 1 ke tahap 2. Di tahap 1 kami meminta personal statement dalam bentuk esai. Di tahap 2 ini, personal statement tidak perlu lagi dalam bentuk esai tulisan panjang, tapi masuk ke profil diri," tuturnya.
Melalui profil diri, pelamar dapat menjelaskan berbagai aspek penting, seperti kelebihan, kekurangan, hingga pengalaman yang dimiliki.
"Kami lebih membuatnya pointers supaya lebih gampang dan to the point," ujarnya.
Esai Kontribusi Tetap Menjadi Penilaian Penting
Meski personal statement dihapus, LPDP tetap mempertahankan esai kontribusi atau pengabdian sebagai salah satu syarat utama seleksi.
Dalam esai tersebut, peserta diminta menjelaskan rencana studi sekaligus kontribusi yang akan diberikan setelah menyelesaikan pendidikan, dengan panjang tulisan maksimal 1.500 kata.
"Untuk esai kontribusi/pengabdian itu tetap ada, fokus pada rencana studi dan kontribusi masa depan. Batasannya 1.500 kata," kata Anda Ramona Sinaga.
Pemilik LoA Mendapat Kemudahan
Kemudahan lainnya diberikan kepada pelamar yang telah mengantongi Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dari perguruan tinggi tujuan sesuai ketentuan LPDP.
Peserta dengan status tersebut tidak lagi diwajibkan melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris saat mendaftar.
"Bagi pendaftar afirmasi, non-afirmasi, kerja sama khusus, kalau sudah punya LoA Unconditional sesuai ketentuan LPDP, maka kalian tidak perlu men-submit sertifikat bahasa Inggris," jelasnya.
Selain itu, LPDP kini juga menerima Duolingo English Test sebagai salah satu pilihan sertifikat kemampuan bahasa Inggris.
Untuk membantu calon pelamar, LPDP juga bekerja sama dengan 35 perguruan tinggi di Indonesia dalam penyelenggaraan tes kemampuan bahasa Inggris.
Dengan berbagai perubahan tersebut, calon peserta diharapkan dapat memanfaatkan waktu yang masih tersedia hingga 31 Juli 2026 untuk melengkapi seluruh persyaratan sesuai aturan terbaru sebelum proses seleksi ditutup.
Kesempatan meraih beasiswa bukan hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan memahami setiap ketentuan yang berlaku.
Memanfaatkan berbagai kemudahan yang diberikan LPDP dapat menjadi langkah awal untuk membuka jalan menuju pendidikan yang lebih tinggi sekaligus mewujudkan kontribusi nyata bagi bangsa.***




