POJOKSATU.id – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) di tingkat nasional.

Tim mahasiswa USU berhasil membawa pulang Medali Perak dan Medali Perunggu dalam Seminar Dampak Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Penghargaan tersebut diraih pada kategori Pemenang Dampak Pemberdayaan dan Implementasi Teknologi Inovasi Terbaik serta Grand Award Program Mahasiswa Berdampak Terbaik.

Baca Juga: Mahasiswa Unila Tembus 60 Besar Nasional, Inovasi Olah Limbah Organik Jadi Pupuk dan Pakan Dilirik Kemendiktisaintek

Seminar nasional berlangsung pada 1–3 Juli 2026 di Universitas Prima Indonesia (UNPRI) dan menjadi ajang bagi perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk mempresentasikan hasil program pemberdayaan masyarakat.

Tim USU diwakili oleh Rizky Muda Pratama, Ketua Himpunan Ikatan Mahasiswa Kimia (IMK) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USU.

Dalam pengembangan program tersebut, ia didampingi dosen pembimbing Dr. Muhammad Taufik, S.Si., M.Si., dan Hayatunnufus, S.Kom., M.Cs., CIT.

Baca Juga: Field Trip Sekolah Komoditas Buah Unggul, Peserta ASA Pelajari Pengelolaan Alpukat Siger Lampung hingga Siap Dipasarkan

Program Mahasiswa Berdampak digelar untuk mendorong mahasiswa menghadirkan inovasi yang mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera.

Pada kompetisi tersebut, tim USU mengusung program Pemulihan Kualitas Air Kolam Ikan Pascabanjir melalui Implementasi Smart Water System Berbasis Internet of Things (IoT).

Program ini lahir dari persoalan yang dihadapi masyarakat setelah banjir, yakni menurunnya kualitas air kolam yang berdampak pada produktivitas budidaya ikan.

Baca Juga: Field Trip Sekolah Komoditas Tanaman Pangan, Peserta ASA Belajar Budidaya Edamame Langsung di Kebun Ku Farm

Sebagai solusi, tim mengembangkan Aqua-Smart Fish IoT, sebuah sistem yang mampu memantau kualitas air secara real-time.

Teknologi tersebut dipadukan dengan Filtra-Kolam Care, sistem filtrasi yang membantu mempercepat pemulihan kualitas air sehingga produktivitas budidaya ikan dapat kembali meningkat dan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat.

Pelaksanaan program diawali dengan survei lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat pascabanjir.

Berdasarkan hasil tersebut, tim bersama dosen pembimbing merancang solusi teknologi yang sesuai dengan kondisi mitra.

Tahapan berikutnya meliputi pengembangan dan pengujian alat, penyusunan metode pelaksanaan, pelatihan kepada masyarakat, hingga pendampingan dan evaluasi agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.

Baca Juga: 6 HP Murah untuk Anak SD Terbaik 2026, Harga Mulai Rp400 Ribuan Cocok Buat Belajar dan Komunikasi

Menurut Rizky Muda Pratama, pelaksanaan program di lapangan tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama kondisi wilayah yang masih terdampak banjir dan keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap teknologi berbasis IoT.

"Tantangan terbesar adalah kondisi lapangan pascabanjir yang cukup sulit serta masih minimnya pemahaman masyarakat mengenai teknologi IoT.

Untuk mengatasinya, kami melakukan pendekatan secara langsung kepada mitra, memberikan pelatihan secara bertahap, serta melakukan pendampingan hingga mitra mampu mengoperasikan teknologi tersebut secara mandiri," ungkap Rizky.

Baca Juga: BRIN Ciptakan Kendaraan Listrik Otonom Roda Tiga, Sudah Masuk Prototipe Keempat dan Mampu Jalan Sendiri

Ia juga mengungkapkan bahwa keberhasilan tim tidak terlepas dari dukungan para dosen pembimbing serta kolaborasi lintas disiplin ilmu yang terjalin selama pelaksanaan program.

"Dr. Muhammad Taufik, S.Si., M.Si. dan Hayatunnufus, S.Kom., M.Cs., CIT selalu memberikan arahan mulai dari penyusunan program, pelaksanaan di lapangan, hingga persiapan seminar nasional.

Selain itu, saya didukung oleh teman-teman satu tim yang berasal dari berbagai jurusan dan program studi sehingga kolaborasi ini menjadi salah satu kunci keberhasilan kami," ujar Rizky.

Inovasi yang dikembangkan mahasiswa USU menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital tidak hanya relevan di sektor industri, tetapi juga mampu menjadi solusi bagi masyarakat dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

Baca Juga: Pebalap Muda Astra Honda Melesat Raih Double Podium IHTTC 2026 Sepang

Penerapan sistem berbasis IoT pada budidaya perikanan membuka peluang terciptanya usaha yang lebih produktif, efisien, dan adaptif terhadap perubahan kondisi lingkungan.

Menutup wawancara, Rizky mengajak mahasiswa untuk tidak ragu menciptakan inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

"Jangan mengejar penghargaan semata, tetapi fokus pada manfaat yang bisa diberikan.

Mulailah dari permasalahan yang ada di sekitar dan carilah solusi yang aplikatif. Terus belajar, terbuka terhadap masukan, dan jangan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.

Dengan kerja keras, kolaborasi yang baik, dan niat untuk memberikan dampak positif, kesempatan meraih prestasi di tingkat nasional akan terbuka lebar," tutupnya.***