POJOKSATU.ID - Partisipasi aktif dalam ajang kompetisi menulis tingkat nasional yang digagas oleh Ditjen GTK tentunya memerlukan pemahaman yang mendalam mengenai syarat dan ketentuan teknis.

Demi menjaga mutu akademis serta keadilan penilaian, panitia pelaksana telah menyusun standarisasi format penulisan artikel secara ketat dan transparan.

Aturan fundamental yang wajib ditaati adalah setiap naskah yang dikirimkan harus merupakan karya asli peserta dan belum pernah menjadi juara pada lomba sejenis.

Panitia juga menegaskan akan mendiskualifikasi secara tegas setiap karya yang kedapatan mengandung unsur plagiarisme atau penjiplakan.

Baca Juga: Peringati HUT Ke-81 RI, Ditjen GTK Gelar Lomba Penulisan Artikel bagi Guru dan Tenaga Kependidikan

Tulisan harus disunting dengan baik menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan kaidah kebahasaan yang berlaku.

Gaya bahasa dalam isi tulisan diharapkan bersifat populer, komunikatif, berbasis pengalaman konkret, data akurat, atau merupakan hasil refleksi mendalam dari sang pendidik.

Dari segi volume naskah, panjang artikel yang ideal dipatok pada rentang ukuran sekitar 1.500 hingga 2.000 kata.

Format pengetikan diwajibkan menggunakan jenis huruf Times New Roman dengan ukuran 12, menggunakan spasi 1,5, serta dicetak di atas ukuran kertas A4 bermargin normal.

Baca Juga: BKPSDM Kendal Rilis Syarat Resmi Mutasi Jabatan dan Unit Organisasi PNS Tahun 2026

Referensi teoretis maupun kutipan data pendukung yang digunakan dalam naskah wajib berasal dari sumber tepercaya yang kredibel serta ditulis secara konsisten.

Untuk memperluas sudut pandang pembahasan, panitia menyediakan banyak pilihan subtema yang dapat dipilih secara bebas oleh peserta sesuai kompetensi bidangnya.

Ragam fokus pembahasan tersebut mencakup isu Guru Pendidikan Khusus, Pendidikan Inklusif, hingga Praktik Baik Pembelajaran Mendalam.

Isu teknologi modern seperti Pemanfaatan Teknologi dan Kecerdasan Artifisial atau AI dalam Pembelajaran juga menjadi subtema yang sangat menarik untuk dibedah.

Pendidik juga dapat menulis seputar program PPG, Pendidikan Sains sejak usia dini, Bimbingan Konseling, Kepemimpinan Guru, hingga Kompetensi Mengajar Bahasa Inggris di SD.

Pamflet digital yang merinci alur pengunggahan berkas teknis ini sudah dapat diakses dengan mudah oleh publik pada hari ini.***