POJOKSATU.id - Ketika mendengar kata fisika, sebagian orang mungkin langsung membayangkan rumus-rumus rumit tentang gaya, energi, atau gerak benda.

Namun, tahukah kamu bahwa ilmu fisika juga berperan besar dalam dunia kesehatan?

Melalui Jurusan Fisika Medis, ilmu fisika dimanfaatkan untuk membantu proses diagnosis, pengobatan, hingga keselamatan pasien di rumah sakit.

Fisika Medis merupakan bidang ilmu yang menggabungkan prinsip-prinsip fisika dengan teknologi kesehatan.

Baca Juga: Melebar, KPK Ungkap Bupati Langkat Terima Setoran Rp3,5 M dari Mutasi Kepsek SD dan SMP

Jurusan ini berfokus pada penggunaan radiasi, pencitraan medis, dan berbagai perangkat teknologi modern yang digunakan dalam pelayanan kesehatan.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kedokteran, kebutuhan tenaga ahli Fisika Medis terus meningkat.

Mereka menjadi bagian penting dalam memastikan peralatan medis berbasis radiasi bekerja secara akurat, aman, dan efektif untuk pasien maupun tenaga kesehatan.

Apa yang Dipelajari di Jurusan Fisika Medis?
Perkuliahan Fisika Medis mengombinasikan ilmu fisika, matematika, biologi, dan kesehatan.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele! Sakit Perut Sebelah Kanan Bawah Bisa Jadi Tanda 8 Penyakit Ini

Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori fisika, tetapi juga memahami bagaimana ilmu tersebut diterapkan dalam dunia medis.

Beberapa mata kuliah yang umum dipelajari antara lain:
- Fisika Dasar
- Matematika Dasar
- Biologi Dasar
- Anatomi dan Fisiologi Manusia
- Fisika Radiasi
- Dosimetri Radiasi
- Radiobiologi
- Instrumentasi Medis
- Radiologi Diagnostik
- Radioterapi
- Kedokteran Nuklir
- Proteksi Radiasi
- Pengolahan Citra Medis
- Fisika Pencitraan Medis
- Jaminan Mutu Peralatan Medis

Baca Juga: Ditjenpas: Nilai Pengadaan Tak Bisa Disamakan dengan Harga Gembok Umum karena Menggunakan Standar Pengamanan Khusus Lapas

Selain perkuliahan di kelas, mahasiswa juga mengikuti praktikum laboratorium dan kegiatan akademik yang berkaitan dengan penggunaan peralatan radiologi, CT Scan, MRI, radioterapi, hingga teknologi kedokteran nuklir.

Cocok untuk Siapa?
Jurusan ini cocok bagi siswa yang:
- Menyukai fisika dan matematika
- Tertarik pada dunia kesehatan
- Memiliki kemampuan analisis yang baik
- Teliti dan detail dalam bekerja
- Senang mempelajari teknologi modern

Karena berkaitan dengan keselamatan pasien dan penggunaan radiasi, ketelitian menjadi salah satu kemampuan yang sangat penting bagi mahasiswa maupun lulusan Fisika Medis.

Baca Juga: Lidah Terasa Pahit usai Makan Nanas? Ternyata Ini 3 Penyebab yang Jarang Diketahui

Prospek Kerja Fisika Medis
Perkembangan fasilitas kesehatan modern membuat kebutuhan tenaga profesional di bidang ini terus bertambah.

Lulusan Fisika Medis memiliki peluang karier yang cukup luas, terutama di sektor kesehatan dan teknologi medis.

1. Fisikawan Medis
Profesi utama lulusan jurusan ini adalah fisikawan medis yang bertugas memastikan penggunaan radiasi dalam diagnosis dan terapi dilakukan secara aman serta sesuai standar.

2. Ahli Radioterapi
Bekerja bersama dokter spesialis untuk merancang dan mengawasi penggunaan radiasi dalam pengobatan kanker.

3. Spesialis Proteksi Radiasi
Bertanggung jawab memastikan keselamatan pasien, tenaga kesehatan, dan lingkungan dari paparan radiasi yang tidak diperlukan.

Baca Juga: Beasiswa Kalla 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Baru D3-S1 Bisa Dapat Bantuan UKT Rp7,5 Juta hingga Magang Kalla Group

4. Ahli Kendali Mutu Peralatan Medis
Melakukan pengujian dan evaluasi terhadap berbagai perangkat kesehatan seperti CT Scan, MRI, mammografi, dan peralatan radiologi lainnya.

5. Peneliti Teknologi Kesehatan
Terlibat dalam pengembangan teknologi pencitraan medis, terapi radiasi, maupun inovasi perangkat kesehatan berbasis fisika.

6. Konsultan Keselamatan Radiasi
Memberikan layanan konsultasi terkait penggunaan sumber radiasi di rumah sakit, laboratorium, industri, maupun lembaga penelitian.

Baca Juga: Cyberdeck Komputer, Mengenal Komputer Rakitan Futuristik yang Populer di Kalangan Teknologi

7. Dosen dan Akademisi
Lulusan Fisika Medis juga memiliki peluang untuk berkarier di bidang pendidikan tinggi dan penelitian ilmiah.

Kampus yang Membuka Jurusan Fisika Medis
Fisika Medis masih tergolong program studi yang cukup langka di Indonesia. Namun, beberapa perguruan tinggi telah membuka program pendidikan di bidang ini, antara lain:

Universitas Indonesia (UI)

Universitas Gadjah Mada (UGM)

Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui jalur atau peminatan terkait

Universitas Airlangga (Unair)

Beberapa perguruan tinggi lain melalui program pascasarjana dan profesi fisikawan medis

Baca Juga: Contoh Kegiatan MPLS Ramah SD 2026 Hari Pertama hingga Hari Kelima, Kemendikdasmen Ubah Orientasi Sekolah Jadi Lebih Ramah Anak

Karena jumlah program studinya belum banyak, lulusan Fisika Medis memiliki peluang yang cukup baik di pasar kerja, terutama seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan berbasis teknologi.

Di balik berbagai pemeriksaan CT Scan, MRI, radioterapi kanker, hingga teknologi kedokteran nuklir yang semakin canggih, terdapat peran penting para ahli Fisika Medis yang memastikan seluruh proses berjalan aman, akurat, dan memberikan manfaat maksimal bagi pasien.

Jurusan ini menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin memadukan kecintaan terhadap sains dengan kontribusi nyata dalam dunia kesehatan. ***