POJOKSATU.id - Menjelang ujian, masih banyak pelajar yang memilih belajar semalaman agar seluruh materi cepat selesai.

Padahal, berbagai penelitian justru menunjukkan cara tersebut bukanlah strategi belajar yang paling efektif.

Kemendikdasmen mengajak para siswa mulai membiasakan pola belajar yang lebih konsisten, yaitu belajar dengan durasi singkat tetapi dilakukan secara rutin.

Baca Juga: KPK Benarkan OTT Bupati Langkat Syah Afandin, Adik Eks Gubernur Syamsul Arifin

Metode ini dinilai mampu membantu otak menyimpan informasi lebih lama dibanding belajar berjam-jam dalam satu waktu.

Belajar Dicicil Lebih Efektif
Metode belajar sedikit demi sedikit namun dilakukan secara berulang dikenal dengan istilah distributed practice.

Dalam metode ini, otak diberi waktu untuk memproses informasi sebelum kembali menerima materi berikutnya.

Proses tersebut membantu memindahkan informasi dari memori jangka pendek menuju memori jangka panjang sehingga pemahaman menjadi lebih kuat dan tidak mudah hilang.

Baca Juga: Teknik Kelautan, Jurusan yang Merancang Infrastruktur di Tengah Laut

Sebaliknya, kebiasaan cramming atau belajar sekaligus dalam jumlah besar memang dapat membantu menghafal materi dalam waktu singkat.

Namun, berbagai penelitian menunjukkan informasi yang dipelajari dengan cara ini cenderung lebih cepat terlupakan.

Didukung Hasil Penelitian
Kemendikdasmen mengutip hasil studi dari American Psychological Association (APA) yang dipimpin psikolog kognitif John Dunlosky.

Baca Juga: Meteorologi, Jurusan yang Mempelajari Cuaca dan Fenomena Atmosfer Bumi

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa belajar secara berkala merupakan salah satu strategi belajar paling efektif.

Metode ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman yang lebih mendalam bahkan hingga dua kali lipat dibandingkan belajar dengan sistem kebut semalam atau cramming.

Tips Belajar yang Bisa Dicoba
Agar hasil belajar lebih optimal, siswa dapat mulai menerapkan beberapa kebiasaan sederhana.

Baca Juga: Sidang Perdana Dokter Tifa, Jaksa Sebut Jokowi Merasa Dihina Sehina-hinanya Akibat Tuduhan Ijazah Palsu

Belajarlah selama 25 menit, kemudian istirahat 5 menit sebelum melanjutkan kembali.

Pola ini dapat diulang hingga tiga atau empat sesi sesuai kebutuhan.

Daripada memaksakan diri belajar lima jam tanpa jeda, lebih baik meluangkan waktu sekitar 45 menit setiap hari secara konsisten.

Cara ini dinilai lebih efektif menjaga fokus sekaligus memperkuat daya ingat.

Sebelum mempelajari materi baru, biasakan meluangkan sekitar lima menit untuk membaca kembali catatan yang telah dipelajari sebelumnya.

Baca Juga: Cek Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat 2026, Ada 93 Ribu Lolos, Lebih dari 55 Ribu TMS

Kebiasaan sederhana ini membantu memperkuat ingatan sekaligus memudahkan memahami materi berikutnya.

Belajar bukan soal siapa yang paling lama duduk di depan buku, melainkan siapa yang mampu membangun kebiasaan belajar yang konsisten.

Sedikit demi sedikit setiap hari mungkin terasa sederhana, tetapi justru langkah kecil itulah yang sering menghasilkan pemahaman lebih kuat dan bekal yang lebih siap saat menghadapi ujian.***