POJOKSATU.id – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi membuka peluang besar bagi guru dan siswa di Jawa Barat untuk merasakan pendidikan bertaraf internasional. 

Kesempatan tersebut diwujudkan melalui kerja sama antara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Bank bjb, dan University of Nottingham yang ditandatangani di Gedung Bale Pakuan pada 26 Juni 2026.

Kerja sama ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses pendidikan kelas dunia bagi tenaga pendidik maupun peserta didik.

Baca Juga: SD-SMP Negeri dan Swasta Bakal Gratis Bertahap Mulai RAPBN 2027, DPR dan Pemerintah Sepakati Putusan MK Diakomodasi

Guru Terbaik Sekolah Maung Belajar di Inggris Selama Tiga Bulan

Dalam program tersebut, guru-guru terbaik dari Sekolah Manusia Unggul (Maung) akan memperoleh kesempatan mengikuti program pembelajaran langsung di Inggris selama maksimal tiga bulan.

Dedi Mulyadi mengatakan, para guru yang terpilih nantinya akan belajar langsung di lingkungan akademik University of Nottingham untuk memperkaya wawasan dan pengalaman mengajar.

"Guru yang terbaik dari mereka akan saya pilih studi di Inggris minimal tiga bulan untuk belajar.  Untuk memahami bahwa sistem pembelajaran di universitas besar luar negeri tidak semata-mata selalu tentang teknologi digital," ujar Dedi.

Menurutnya, pengalaman belajar secara langsung di luar negeri diharapkan mampu melahirkan inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah di Jabar.

Baca Juga: LINK DOWNLOAD Logo HUT ke-81 RI 2026 Lengkap Font Resmi, Simak Makna Filosofi dan Aturan Penggunaannya

Sepuluh Siswa Terbaik Dapat Beasiswa Kuliah Penuh

Tak hanya bagi guru, kesempatan istimewa juga diberikan kepada para siswa.

Pemerintah Daerah Provinsi Jabar menyiapkan beasiswa kuliah penuh di University of Nottingham bagi 10 siswa terbaik Sekolah Maung.

Program ini diharapkan menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus berprestasi sekaligus membuka jalan bagi lahirnya generasi muda Jawa Barat yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Bahasa dan Budaya Sunda Akan Dikenalkan di Nottingham

Kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada bidang pendidikan, tetapi juga menjadi media memperkenalkan budaya Sunda kepada masyarakat dunia.

Baca Juga: Mengapa Siswa Tidak Lagi Dapat PIP 2025 dan 2026? Ini Penyebabnya, Meski Tahun Sebelumnya Selalu Cair

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin menjadikan bahasa Sunda serta sejarah peradaban Sunda sebagai bagian dari kerja sama akademik dengan University of Nottingham.

"Hari ini kita melakukan MoU antara Pemerintah Jawa Barat dan kampus. Di dalamnya ada kerja sama untuk saling mengenalkan budaya.  Bahasa Sunda dan sejarah peradaban Sunda ingin menjadi bagian yang dikenalkan di Nottingham," katanya.

Siapkan Institut Siliwangi

Dalam kesempatan itu, Dedi juga mengungkapkan rencana pembentukan Institut Siliwangi yang akan menjadi pusat pengenalan sejarah, peradaban, dan kebudayaan Sunda dalam lingkungan akademik internasional.

Baca Juga: 60.896 Guru Dipanggil Ikut PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2026, Jawa Barat Terbanyak, Cek Jadwal Lengkapnya

Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak harus menghilangkan jati diri budaya daerah. 

Justru keduanya dapat berjalan berdampingan untuk memperkuat identitas bangsa di tengah persaingan global.

"Saya ingin memberikan pembelajaran kepada masyarakat Jawa Barat bahwa kita bisa maju dengan tetap berkebudayaan," tegasnya.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank bjb, dan University of Nottingham, diharapkan semakin banyak guru maupun siswa memperoleh kesempatan belajar di lingkungan internasional. 

Pada saat yang sama, budaya Sunda juga memiliki ruang yang lebih luas untuk dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat dunia. ***