POJOKSATU.id - Kabar yang ditunggu-tunggu para pejuang sekolah kedinasan mulai terlihat. Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) memberi sinyal bahwa Penerimaan Taruna Baru (PTB) 2026 bakal segera dibuka dalam waktu dekat.

STMKG merupakan salah satu sekolah kedinasan favorit di bawah naungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). 

Lulusan kampus kedinasan ini berpeluang diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) setelah menyelesaikan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: QS World University Rankings 2027 Resmi Dirilis, Ini 20 Universitas Terbaik di Indonesia dan Posisi Kampus Jateng-DIY

Seleksi sekolah kedinasan jalur pola pembibitan (Polbit) biasanya diselenggarakan secara terpusat oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). 

Namun hingga saat ini, baik BKN maupun BMKG masih belum mengumumkan jadwal resmi pendaftaran sekolah kedinasan tahun 2026.

Meski demikian, STMKG telah memberikan isyarat kepada calon peserta agar mulai mempersiapkan diri sejak sekarang.

"Kami mengimbau seluruh #PejuangSTMKG untuk selalu bijak dan mengecek kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Jangan sampai salah informasi! Seluruh informasi resmi mengenai prosedur, jadwal, dan persyaratan PTB STMKG hanya akan diumumkan melalui kanal resmi," tegas STMKG melalui unggahan Instagram resminya pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Baca Juga: Sentil sang Adik Jordi Onsu yang Diam di Tengah Konflik, Ruben Onsu: Biasanya Selalu Ikut Andil dalam Perpisahan Saya

STMKG juga mengingatkan calon peserta untuk terus memantau informasi resmi melalui akun media sosial dan laman resmi kampus agar tidak terjebak informasi palsu atau jadwal yang belum terverifikasi.

Subtitle: Syarat Pendaftaran STMKG 2026 yang Bisa Dipersiapkan Sejak Sekarang

Walaupun pendaftaran belum dibuka, calon taruna sudah dapat mempersiapkan berbagai persyaratan berdasarkan ketentuan seleksi tahun sebelumnya.

Syarat Umum:

  • Pria atau wanita Warga Negara Indonesia (WNI).

  • Berusia 15 hingga 23 tahun.

  • Sehat jasmani dan rohani serta tidak buta warna.

  • Pengguna kacamata diperbolehkan mendaftar dengan batas maksimal minus sferis -4D dan silindris -2D serta bersedia menjalani LASIK dengan biaya sendiri apabila diterima.

  • Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan.

  • Tidak sedang terikat dengan instansi lain dan bebas narkoba.

  • Tinggi badan minimal pria 155 cm dan wanita 150 cm.

  • Bersedia bekerja di lingkungan BMKG dan ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga: Unggah Video Pertemuan dengan Buah Hatinya Diawasi Giorgio, Ruben Onsu: Anda Merusak Momen Saya Bersama Anak dan Terjauh Jauh Ikut Campur

Bagi peserta afirmasi dari wilayah tertentu, terdapat syarat tambahan yang harus dipenuhi.

  • Memiliki akta kelahiran dan domisili sesuai KTP atau KK pada daerah afirmasi yang ditetapkan.

  • Pernah menempuh pendidikan SD, SMP, atau SMA/sederajat di daerah afirmasi.

  • Khusus Orang Asli Papua (OAP), wajib memperoleh rekomendasi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) atau Ketua/Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP).

Persyaratan Akademik dan Dokumen

Persyaratan Akademik:

  • Lulusan SMA, MA, SMK, atau sederajat dari semua jurusan.

  • Lulusan tahun 2026 yang belum memiliki ijazah dapat menggunakan Surat Keterangan Lulus atau Surat Keterangan Aktif Kelas XII.

Baca Juga: ezMeterai Resmi Gandeng Peruri Digital Security, Hadirkan Layanan e-Meterai yang Mudah Digunakan

Persyaratan Dokumen:

  • Pasfoto terbaru dengan latar belakang merah.

  • KTP, KIA, atau surat keterangan dari Dukcapil.

  • Ijazah SD, SMP, dan SMA/MA/SMK yang digabung dalam satu file PDF.

  • Kartu Keluarga (KK) untuk peserta reguler.

  • KK dan akta kelahiran dalam satu file PDF untuk peserta afirmasi, Non-OAP Papua, dan afirmasi daerah.

  • KK, akta kelahiran, serta surat keterangan OAP yang ditandatangani Kepala BKD atau Ketua/Anggota MRP dengan stempel basah dalam satu file PDF untuk peserta afirmasi OAP Papua.

Baca Juga: Identitas Lengkap dan Nama Instagram Pelaku Penyekapan Yuvita Tri Rezeki Diunggah Hotman Paris

Daftar Program Studi STMKG

STMKG membuka beberapa program studi diploma terapan (D4) yang menjadi kebutuhan utama BMKG, yaitu:

  • D4 Meteorologi

  • D4 Klimatologi

  • D4 Geofisika

  • D4 Instrumentasi MKG

Keempat program studi tersebut dirancang untuk mencetak sumber daya manusia yang kompeten dalam bidang pengamatan cuaca, iklim, gempa bumi, tsunami, hingga instrumentasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Sampai saat ini jadwal resmi pendaftaran STMKG 2026 memang belum diumumkan. 

Baca Juga: Tiga Rumah Sakit Primaya Dianugerahi WSO Angels Award atas Keunggulan Layanan Stroke

Namun sinyal yang diberikan STMKG menjadi pertanda bahwa proses Penerimaan Taruna Baru kemungkinan tidak akan lama lagi dibuka. 

Karena itu, menyiapkan dokumen dan memahami persyaratan sejak dini bisa menjadi langkah penting agar kesempatan meraih kursi di sekolah kedinasan impian tidak terlewat begitu saja. ***