POJOKSATU.ID - Urusan pendidikan ditegaskan bukan menjadi tanggung jawab sepihak dari pemerintah semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama bagi seluruh elemen bangsa.

Atas dasar prinsip tersebut, Indonesia menawarkan sebuah nilai luhur berupa semangat gotong royong sebagai fondasi utama dalam dunia pendidikan.

Konsep partisipasi bersama ini diarahkan untuk membangun ruang kolaborasi multipihak yang melibatkan banyak sektor sekaligus.

Komponen penting yang diajak bergerak bersama meliputi para pendidik, pihak keluarga, masyarakat umum, universitas, mitra pembangunan, hingga pelaku sektor swasta.

Baca Juga: Simak Cara Kemendikdasmen Hadapi Tantangan Teknologi Lewat Tiga Pilar Pendidikan Terbaru

Langkah kolaboratif ini menjadi sangat krusial demi memastikan hak-hak seluruh anak dalam memperoleh pendidikan berkualitas dapat terpenuhi dengan baik.

Fokus utama dari pergerakan ini adalah memberikan perlindungan agar tidak ada satu pun anak, terutama dari kelompok rentan, yang tertinggal.

Semua pihak harus bekerja sama tanpa memandang latar belakang atau kondisi khusus yang dimiliki oleh anak-anak tersebut.

Ajakan untuk bersatu ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, di Jakarta dalam forum SEAMEO CPRN Summit 2026.

Baca Juga: Mendikdasmen Ramu Strategi Pendidikan Nasional dari Berbagai Belahan Dunia! Sekolah Swasta Siap-Siap Kebagian Peran Penting

Atip menyampaikan bahwa esensi dari kesuksesan kebijakan adalah besarnya manfaat nyata yang langsung dirasakan oleh ekosistem di lapangan.

Rekomendasi di atas kertas atau presentasi formal dinilai belum cukup menjadi tolok ukur utama dari sebuah keberhasilan.

Oleh karena itu, penyusunan kebijakan ke depan harus mengacu pada data serta riset sahih agar pelaksanaannya tepat sasaran.

Melalui ruang kolaborasi yang kokoh ini, pemenuhan potensi anak-anak diharapkan dapat tercapai secara maksimal guna menghadapi tantangan zaman yang kian dinamis.***