POJOKSATU.id - Universitas Klabat (UNKLAB) menjadi salah satu perguruan tinggi swasta Kristen yang cukup dikenal di Indonesia, khususnya di kawasan timur Tanah Air.
Berlokasi di Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, kampus ini terus berkembang sejak berdiri pada 1965 hingga kini memiliki berbagai fakultas, program pascasarjana, profesi, dan akademi.
Di bawah pembinaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) melalui Yayasan Perguruan Tinggi Klabat, UNKLAB mengusung visi menjadi universitas swasta Kristen yang diakui di tingkat nasional maupun internasional melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas.
Baca Juga: Nuklir Teheran Dibahas 60 Hari ke Depan, Ini Lima Poin Kesepakatan Damai Iran vs Amerika Serikat
Pengembangan mahasiswa dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek spiritual, intelektual, fisik, dan sosial.
Misi tersebut diwujudkan dengan menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pembentukan karakter Kristiani.
Selain itu juga membekali mahasiswa dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan agar mampu hidup mandiri serta melayani masyarakat.
Dalam menjalankan misinya, UNKLAB juga menargetkan peningkatan kualitas penelitian dosen, mendorong keterlibatan mahasiswa dalam riset, serta memperluas pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Baca Juga: CBR Series Melesat Kencang di Motegi, AHRT Borong Tiga Podium
Saat ini Universitas Klabat memiliki dua program pascasarjana, enam fakultas, satu program profesi, serta satu akademi.
Program tersebut meliputi Magister Manajemen, Magister Teologi, Profesi Ners, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Filsafat, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Pertanian, serta Akademi Sekretari Manajemen Indonesia (ASMI) Klabat.
Perjalanan panjang UNKLAB dimulai pada 1965 ketika masih bernama Perguruan Tinggi Klabat (PTK).
Baca Juga: Iran dan Amerika Berdamai, Trump Umumkan Selat Hormuz Bebas, Biarkan Minyak Mengalir
Saat itu kampus ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendeta dan guru bagi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya.
Pada masa awal berdiri, PTK hanya membuka Program Diploma Dua untuk Teologia dan Pendidikan Sekolah Dasar.
Seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat, kampus mulai membuka program pendidikan di bidang sekretari, administrasi bisnis, pendidikan bahasa Inggris, pendidikan agama, hingga berbagai disiplin ilmu lainnya.
Baca Juga: Tetapkan 4 Tersangka, Polisi Selidiki Motif Penganiayaan ART Wanita oleh Majikan di Malaysia
Tonggak penting berikutnya terjadi pada 1970 ketika status PTK berubah menjadi Sekolah Tinggi Klabat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 211/S/DPT/I/1970.
Perubahan tersebut membuka jalan bagi pengembangan berbagai program sarjana muda.
Kemudian, melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0184/0/1982, statusnya resmi berubah menjadi Universitas Klabat.
Baca Juga: Bukan Hanya Bansos, Gus Ipul Dorong GoTo Dukung Sistem Keamanan Sekolah Rakyat
Perkembangan terus berlanjut, termasuk pembukaan Fakultas Ilmu Komputer pada 1999 dengan Program Studi Sistem Informasi sebagai pelengkap bidang ilmu eksakta.
Sebagai perguruan tinggi yang lahir dari tradisi pendidikan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, UNKLAB menempatkan pembentukan karakter sebagai fondasi utama.
Kampus ini berupaya melahirkan lulusan yang mampu berpikir kritis, kreatif, analitis, serta memiliki kepedulian terhadap sesama tanpa mengesampingkan nilai-nilai spiritual.
Baca Juga: Gowes ke Mekkah Dimulai, Bupati Garut Lepas Asep Akung Bawa Misi Spiritual hingga Lingkungan
Identitas tersebut juga tercermin dalam lambang Universitas Klabat yang berbentuk segi lima dengan burung merpati, nyala api, salib, Alkitab, dan angka 1965.
Setiap unsur memiliki makna tersendiri, mulai dari semangat yang dipimpin Roh Kudus, Alkitab sebagai dasar pendidikan Advent, hingga penanda tahun berdirinya universitas.
Lebih dari enam dekade berdiri, Universitas Klabat terus menunjukkan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter dan nilai kemanusiaan.
Di tengah perubahan zaman, warisan tersebut menjadi fondasi agar setiap lulusan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.
***




