POJOKSATU.id - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengapresiasi skema penerimaan mahasiswa angkatan pertama Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Manado yang dinilai menjadi terobosan penting dalam pemerataan layanan kesehatan di Indonesia.
Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Manado pada Kamis (11/6).
Dalam skema penerimaan perdana tersebut, FK Unima menyediakan 50 kursi bagi putra-putri daerah Sulawesi Utara dengan pembiayaan penuh yang ditanggung oleh pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota.
Baca Juga: Kuota Sekolah Kedinasan 2026 Diusulkan Naik, PKN STAN 1.000 Kursi, IPDN 1.410, STPN 350 Formasi
Menurut Menteri Brian, tantangan sektor kesehatan nasional saat ini bukan hanya soal jumlah dokter, tetapi juga pemerataan distribusi tenaga medis di daerah yang masih membutuhkan layanan kesehatan berkualitas.
“Kita memahami bahwa tantangan kesehatan Indonesia saat ini tidak semata-mata jumlah dokter, tetapi juga distribusi dokter untuk bertugas di daerah yang memang membutuhkan.
Sungguh, saya bahagia, bahwa selain Unima membuka FK, ternyata memperluas akses mahasiswa baru dari tiap kota, kabupaten, dan provinsi. Ini adalah capaian luar biasa,” tegas Menteri Brian.
Baca Juga: 4.480 Peserta Lolos UM UGM CBT 2026, Kedokteran Jadi Prodi Paling Ketat hingga Rasio 1:96
Model Seleksi FK Unima Akan Jadi Contoh Nasional
Keunikan program ini tidak hanya terletak pada pembiayaan penuh yang diberikan kepada mahasiswa, tetapi juga pada model penerimaannya yang mengutamakan keterwakilan daerah.
Mendiktisaintek mengungkapkan bahwa tim di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah mempelajari skema penerimaan mahasiswa FK Unima dan mulai memperkenalkannya kepada fakultas kedokteran lain di Indonesia.
Model tersebut dinilai mampu memperkuat pemerataan tenaga kesehatan karena membuka peluang lebih besar bagi putra-putri daerah untuk menjadi dokter dan kembali mengabdi di wilayah asalnya.
Baca Juga: ITB Juara Umum ONMIPA-PT 2026, Borong 18 Penghargaan dan Pertahankan Tradisi Prestasi Nasional
Selain itu, pendekatan tersebut dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia sektor kesehatan yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam jangka waktu panjang.
Menurut Brian, pembangunan SDM kesehatan tidak dapat dihitung semata-mata dari aspek biaya, melainkan dari dampak sosial yang dihasilkan bagi masyarakat.
Seleksi Ketat dengan Standar Nasional
Sebelumnya, Rektor Unima, Joseph Philip Kambey, menjelaskan bahwa penerimaan mahasiswa angkatan pertama FK Unima dilakukan melalui jalur rekomendasi pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Sulawesi Utara yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Baca Juga: INSIGHT Scholarship Siap Dibuka, Kemenag Bidik Mahasiswa Asing Belajar Islam di PTKIN Indonesia
Skema tersebut memadukan kebijakan afirmatif daerah dengan seleksi akademik berstandar nasional dan psikotes yang ketat.
Menariknya, proses seleksi tidak dilakukan sendiri oleh Unima. Seleksi dijalankan oleh Universitas Brawijaya sebagai fakultas kedokteran pembina yang mendampingi pengembangan FK Unima.
Sebanyak 50 kursi disediakan dengan pembiayaan penuh dari pemerintah daerah dan dibagi secara proporsional antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.
Meski demikian, standar kualitas calon mahasiswa tetap menjadi prioritas utama.
Baca Juga: Fernando Emas Peringatkan Pemerintahan Prabowo, Waspada Reformasi 1998 Jilid II
Pada tahap seleksi pertama, hanya 37 peserta yang berhasil memenuhi standar kelulusan nasional.
Artinya, masih terdapat 13 kursi yang akan diperebutkan kembali melalui tahapan seleksi berikutnya.
“Kami meyakini langkah yang kita resmikan hari ini akan menjadi gelombang perubahan besar di masa depan.
Dengan dukungan dari Kemdiktisaintek, pemerintah Sulawesi Utara, para kepala daerah, dan bimbingan tiada henti dari FK Universitas Brawijaya sebagai mentor, FK Unima akan tegak berdiri menjadi mercusuar keadilan kesehatan,” ujar Joseph Philip Kambey.
Baca Juga: Polisi Belum Berhasil Temukan Komplotan yang Mau Menculik Lansia 70 Tahun di PIK
Beasiswa Bukan Sekadar Bantuan Pendidikan
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Brian juga menyampaikan pesan khusus kepada mahasiswa angkatan pertama FK Unima.
Ia menegaskan bahwa beasiswa yang mereka terima bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan amanah dari masyarakat dan negara untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik di daerah masing-masing.
Mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, menyelesaikan pendidikan secara optimal, dan kembali berkontribusi bagi pembangunan sektor kesehatan daerah.
Jawab Krisis Distribusi Dokter di Daerah
Peresmian FK Unima menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan kedokteran sekaligus mengatasi persoalan distribusi dokter yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Pembukaan Piala Dunia 2026 Sepi Penonton di Tribun, FIFA Angkat Bicara
Kehadiran fakultas kedokteran baru di kawasan timur Indonesia dinilai penting untuk memperkuat ketersediaan tenaga medis yang memahami karakteristik lokal dan kebutuhan masyarakat setempat.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, rumah sakit mitra, dan masyarakat, FK Unima diharapkan menjadi model pengembangan pendidikan kedokteran yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan layanan kesehatan nasional.
Program 50 kursi kedokteran gratis bagi putra-putri Sulawesi Utara ini menunjukkan bahwa pemerataan pendidikan dan pemerataan layanan kesehatan dapat berjalan beriringan.
Dari ruang kuliah yang baru diresmikan hari ini, harapan lahirnya dokter-dokter yang kembali mengabdi untuk daerahnya mulai ditanamkan untuk masa depan yang lebih sehat dan berkeadilan. ***




