POJOKSATU.id - Pemerintah terus mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan melalui program revitalisasi sekolah yang menjangkau puluhan ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan target revitalisasi sekolah yang ditetapkan pada 2025 telah terlaksana sepenuhnya. 

Sebanyak 16.167 satuan pendidikan berhasil direvitalisasi sesuai target yang ditetapkan pemerintah.

"Tadi kami sampaikan kepada Beliau bahwa revitalisasi sekolah tahun 2025 telah terlaksana 100% untuk 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia," kata Mu'ti kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Jumat, 12 Juni 2026.

Baca Juga: 100 Sekolah Nasional Terintegrasi Mulai Dibangun Tahun Ini, Dirancang Tanpa Berasrama

Target Tahun Ini Mencapai 71.744 Sekolah

Memasuki tahun 2026, pemerintah menyiapkan program revitalisasi dalam skala yang jauh lebih besar. 

Melalui anggaran yang telah disetujui DPR sebesar Rp14 triliun, sebanyak 11.744 satuan pendidikan telah dialokasikan untuk mendapatkan perbaikan.

Selain itu, pemerintah berencana menambah cakupan revitalisasi hingga 60.000 satuan pendidikan tambahan. 

Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, total sekolah yang direvitalisasi tahun ini mencapai 71.744 satuan pendidikan.

"Dan tahun ini kami dengan anggaran yang sudah disetujui DPR Rp 14 triliun, itu mengalokasikan untuk 11.744 satuan pendidikan," jelasnya.

Baca Juga: Demo hingga Malam, Warga Turut Gabung Aksi Mahasiswa di Jalan MH Thamrin

"Dan Insyaallah akan ada tambahan 60.000 satuan pendidikan, sehingga tahun ini kami akan melakukan revitalisasi untuk 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia semua jenjang, mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan tingkat SLTA," lanjutnya.

Program tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah lanjutan tingkat atas, baik negeri maupun swasta.

Diperkirakan Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja

Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa dampak program revitalisasi tidak hanya dirasakan sektor pendidikan. 

Menurutnya, program ini juga menjadi penggerak ekonomi daerah karena pelaksanaannya menggunakan sistem swakelola oleh masing-masing satuan pendidikan.

Baca Juga: Massa Aksi Demo 12 Juni Lempari Barikade Aparat di Jalan Sudirman

Dengan model tersebut, kebutuhan tenaga kerja lokal diperkirakan meningkat signifikan selama proses pembangunan dan renovasi berlangsung.

"Kami memperkirakan akan ada penyerapan tenaga kerja di tingkat daerah mereka yang mengerjakan revitalisasi ini, untuk 71.744 itu sekitar 1,1 juta orang yang akan bisa bekerja dalam rentang waktu antara 3 sampai 8 bulan," ujarnya.

Pemerintah memperkirakan sekitar 1,1 juta orang dapat terserap sebagai tenaga kerja dalam proyek revitalisasi tersebut dengan masa pekerjaan berkisar antara tiga hingga delapan bulan.

Manfaat Besar untuk Wilayah 3T

Mu'ti menambahkan, pelaksanaan revitalisasi sekolah tahun 2026 saat ini telah berjalan sekitar 70 persen dari target yang direncanakan. 

Baca Juga: Diadang ke Bundaran HI, Seribuan Mahasiswa Berusaha Jebol Barikade Aparat Pakai Dorongan Mobil

Program ini disebut mendapat respons positif dari masyarakat, terutama yang berada di wilayah 3T atau daerah terdepan, tertinggal, dan terluar.

Menurutnya, banyak masyarakat menyampaikan apresiasi karena sekolah-sekolah yang sebelumnya mengalami keterbatasan fasilitas kini mulai mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat.

Program revitalisasi sekolah menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional. 

Di saat yang sama, program ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat daerah melalui penyerapan tenaga kerja yang besar selama proses pembangunan berlangsung. ***