BOGOR.POJOKSATU. id - Kabar bansos terbaru hari ini membawa perubahan besar dalam sistem bantuan sosial di Indonesia.

Perubahan ini diungkapkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut B Pandjaitan, usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9 Juni 2026).

Pemerintah berencana menghapus penyaluran bantuan dalam bentuk barang dan menggantinya sepenuhnya menjadi bantuan tunai langsung atau direct cash transfer.

Menurut Luhut, model bantuan sosial yang selama ini berbentuk sembako maupun subsidi barang akan diubah menjadi bantuan tunai yang langsung diterima masyarakat penerima manfaat.

"Subsidi tidak akan lagi ke barang. Subsidi akan langsung kepada yang menerima," kata Luhut.

Baca Juga: Dana Riset Skripsi Dibuka hingga 31 Agustus 2026, Mahasiswa Semua Jurusan Bisa Daftar Program Indofood Riset Nugraha

Pemerintah Siapkan Reformasi Penyaluran Bansos

Perubahan tersebut merupakan bagian dari reformasi sistem bantuan sosial nasional. Pemerintah ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

Selama ini, berbagai program bantuan masih disalurkan dalam bentuk barang maupun subsidi tertentu. Namun model tersebut dinilai kurang efisien dan berpotensi menimbulkan kebocoran.

Dengan sistem baru, penerima dapat menggunakan bantuan sesuai kebutuhan masing-masing.

Baca Juga: 149 Penelitian Siswa Indonesia Timur Dipamerkan di GExpo 2026, dari Kopi Papua hingga Energi Kulit Matoa

Data Penerima Akan Menggunakan Teknologi AI

Menariknya, pemerintah akan memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk menyaring dan mengelompokkan penerima bantuan.

Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi data sehingga bantuan lebih tepat sasaran.

"Ini nanti akan dikelompokkan dengan AI," ujar Luhut.

Penggunaan teknologi digital juga diyakini mampu meminimalkan data ganda serta mempercepat proses verifikasi penerima manfaat.***