BOGOR.POJOKSATU. id - Kabar bansos terbaru hari ini membawa perubahan besar dalam sistem bantuan sosial di Indonesia.
Perubahan ini diungkapkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut B Pandjaitan, usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9 Juni 2026).
Pemerintah berencana menghapus penyaluran bantuan dalam bentuk barang dan menggantinya sepenuhnya menjadi bantuan tunai langsung atau direct cash transfer.
Menurut Luhut, model bantuan sosial yang selama ini berbentuk sembako maupun subsidi barang akan diubah menjadi bantuan tunai yang langsung diterima masyarakat penerima manfaat.
"Subsidi tidak akan lagi ke barang. Subsidi akan langsung kepada yang menerima," kata Luhut.
Pemerintah Siapkan Reformasi Penyaluran Bansos
Perubahan tersebut merupakan bagian dari reformasi sistem bantuan sosial nasional. Pemerintah ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
Selama ini, berbagai program bantuan masih disalurkan dalam bentuk barang maupun subsidi tertentu. Namun model tersebut dinilai kurang efisien dan berpotensi menimbulkan kebocoran.
Dengan sistem baru, penerima dapat menggunakan bantuan sesuai kebutuhan masing-masing.
Data Penerima Akan Menggunakan Teknologi AI
Menariknya, pemerintah akan memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk menyaring dan mengelompokkan penerima bantuan.
Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi data sehingga bantuan lebih tepat sasaran.
"Ini nanti akan dikelompokkan dengan AI," ujar Luhut.
Penggunaan teknologi digital juga diyakini mampu meminimalkan data ganda serta mempercepat proses verifikasi penerima manfaat.***



