POJOKSATU.ID - Seluruh rangkaian seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur nasional berbasis prestasi maupun berbasis tes kini telah usai dilaksanakan.
Dengan selesainya proses seleksi di jalur SNBP dan SNBT tersebut, panitia merilis akumulasi total siswa bentukan program PIP yang lolos.
Secara keseluruhan, total ada sebanyak 45.809 penerima PIP jenjang SMA yang resmi menerima bantuan KIP Kuliah di perguruan tinggi negeri.
Angka akhir ini didapatkan dari penggabungan data kelulusan yang valid pada kedua jalur masuk universitas tersebut.
Baca Juga: Sandro Mihradi Jelaskan Sistem Klaster Desil DTSEN untuk Penyaluran KIP Kuliah Jalur SNBP dan SNBT
Jika dibedah per jalur masuk, kontribusi angka terbesar disumbangkan oleh kelulusan lewat jalur tes atau SNBT.
Tercatat ada sebanyak 23.814 siswa dari jalur SNBT yang berhasil menyumbang angka pada total akumulasi tersebut.
Sementara itu, jalur prestasi atau SNBP ikut menyumbangkan kontribusi yang tidak kalah besar bagi para pemegang kartu program PIP.
Sebanyak 21.995 siswa dari jalur SNBP dinyatakan lolos dan masuk dalam hitungan akumulasi akhir nasional ini.
Baca Juga: Puluhan Ribu Siswa Penerima PIP Berhasil Lolos SNBT 2026 dan Memenuhi Syarat Dapatkan KIP Kuliah
Keberhasilan ini menjadi bukti sinergi berkelanjutan antara bantuan pendidikan di tingkat sekolah menengah dengan bantuan di pendidikan tinggi.
Siswa yang awalnya dibantu melalui Program Indonesia Pintar kini dapat melanjutkan mimpi kuliahnya lewat KIP Kuliah.
Secara umum, perjuangan para siswa ini tidaklah mudah karena mereka harus bersaing dengan ratusan ribu pelamar lain.
Pada jalur SNBP saja terdapat total 64.471 pendaftar KIP Kuliah, meskipun hanya 33.454 peserta yang akhirnya dinyatakan lolos kualifikasi.
Kondisi ketat juga terjadi pada jalur SNBT di mana dari 86.118 pelamar KIP Kuliah, hanya 39.662 pendaftar yang lolos verifikasi kelayakan.
Kini, sebanyak 45.809 anak bangsa dari program PIP siap memulai perjalanan akademik baru mereka di berbagai kampus negeri pilihan.
Selesainya rekapitulasi data ini menandai berakhirnya penentuan kuota penerima manfaat utama bantuan pendidikan tinggi untuk tahun anggaran ini.***




