POJOKSATU.id — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) masih memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan melalui Program Sarjana Internasional atau International Undergraduate Program (IUP) tahun akademik 2026.
Pendaftaran untuk jalur ini masih berlangsung hingga Rabu, 8 Juli 2026.
Melalui program tersebut, ITS berupaya menghadirkan lingkungan pembelajaran yang berorientasi internasional sehingga lulusannya mampu bersaing di tingkat global.
Baca Juga: BNI Buka Rekrutmen ODP Retail Banking Regional Timur 2026, Fresh Graduate Bisa Daftar hingga 17 Juni
Mahasiswa yang diterima nantinya berpeluang mengikuti berbagai kegiatan akademik berskala internasional, seperti student exchange, program double degree, magang di luar negeri, hingga summer course yang diselenggarakan universitas mitra di berbagai negara.
Beberapa kampus internasional yang telah bekerja sama dengan ITS antara lain University of Queensland dan Curtin University di Australia, serta National Taiwan University di Taiwan.
Mengacu pada informasi resmi yang disampaikan ITS, calon peserta seleksi IUP wajib memenuhi sejumlah ketentuan administrasi dan akademik sebelum mendaftar.
Baca Juga: Viral Pemilik Dapur MBG Geruduk BGN Sampai Tantang Berkelahi, Diam Kami Tak Butuh Kamu
Program ini terbuka bagi warga negara Indonesia maupun warga negara asing yang telah menyelesaikan pendidikan SMA atau sederajat.
Pendaftar yang dapat mengikuti seleksi berasal dari lulusan tahun 2024, 2025, maupun 2026.
Pada gelombang pendaftaran ketiga, peserta diwajibkan mengunggah dokumen berupa rapor atau transkrip akademik selama di SMA serta hasil Tes Akademik SMITS sebagai syarat utama seleksi.
Baca Juga: Rekrutmen PPNPN Bea Cukai Purwakarta 2026, Usia Maksimal 35 Tahun, Pendaftaran hingga 19 Juni
Kemampuan berbahasa Inggris juga menjadi salah satu persyaratan penting.
Pelamar harus menyertakan sertifikat resmi yang diakui secara internasional dengan nilai minimal TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, TOEFL CBT 173, IELTS 6.0, TOEIC 575, atau Duolingo English Test dengan skor sekurang-kurangnya 95.
Selain dokumen akademik, calon mahasiswa harus menyiapkan surat motivasi yang dapat dibuat secara bebas, baik ditulis tangan maupun diketik.
Isi surat tersebut mencakup riwayat pendidikan, alasan memilih program IUP, pengalaman yang mendukung, serta target atau cita-cita yang ingin diraih di masa mendatang.
Baca Juga: Perkuat Semangat Persaudaraan, Paguyuban Honda Kuningan Gelar Kopdar Gabungan
Peserta juga diwajibkan melengkapi Surat Pernyataan Komitmen Orang Tua dan mengikuti proses wawancara daring maupun tes akademik sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.
Pilihan program studi dalam jalur IUP tersebar di berbagai fakultas. Fakultas Sains dan Analisis Data menyediakan Program Studi Statistik dengan daya tampung sebanyak 20 mahasiswa.
Pada Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem, kuota yang tersedia meliputi Teknik Mesin sebanyak 30 kursi, Teknik Kimia 25 kursi, Teknik Industri 30 kursi, serta Teknik Material 15 kursi.
Baca Juga: Pendaftaran Anggota BS OJK Resmi Dibuka, Lulusan S1 Bisa Daftar hingga 12 Juni 2026
Sementara itu, Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Geoteknik menawarkan sejumlah program studi, yaitu Teknik Sipil dengan kuota 30 mahasiswa, Arsitektur 20 mahasiswa, Teknik Lingkungan 20 mahasiswa, Perencanaan Wilayah dan Kota 20 mahasiswa, Teknik Geomatika 20 mahasiswa, serta Teknik Geofisika 20 mahasiswa.
Fakultas Teknologi Kelautan membuka Program Studi Arsitektur Angkatan Laut dengan skema gelar gabungan yang menyediakan 15 kursi bagi mahasiswa baru.
Di Fakultas Teknologi Kelistrikan dan Informatika Cerdas, tersedia Program Studi Teknik Elektro dengan kuota 25 mahasiswa, Informatika 40 mahasiswa, dan Sistem Informasi sebanyak 30 mahasiswa.
Baca Juga: Diskon Tiket Kereta 30 Persen untuk Libur Sekolah 2026 Resmi Dibuka, Pesan Mulai Sekarang
Sedangkan Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital menyediakan Program Studi Manajemen Bisnis dengan kapasitas penerimaan 30 mahasiswa.
Sebagai bagian dari tahapan seleksi, peserta IUP gelombang kedua dan ketiga diwajibkan mengikuti Tes Akademik SMITS yang bertujuan untuk mengukur kemampuan dasar akademik sekaligus potensi belajar calon mahasiswa.
Ujian tersebut mencakup Tes Potensi Akademik yang meliputi aspek verbal, logika, spasial, dan kuantitatif, serta materi Matematika.
Setelah proses pendaftaran selesai, peserta akan memperoleh informasi teknis pelaksanaan ujian melalui akun myITS dan email yang didaftarkan.
Informasi tersebut mencakup akun peserta, kata sandi, hingga tautan Zoom yang digunakan selama tes berlangsung.
Untuk biaya pendidikan, sebagian besar program IUP mengenakan uang kuliah sebesar Rp25 juta setiap semester bagi mahasiswa domestik.
Khusus Program Studi Arsitektur Angkatan Laut dengan skema gelar gabungan, biaya kuliahnya ditetapkan sebesar Rp30 juta per semester.
Selain membayar uang kuliah, mahasiswa yang diterima juga wajib memenuhi kewajiban Iuran Pengembangan Institusi (IPI).
ITS menyediakan dua pilihan nominal, yakni Rp75 juta pada opsi A dan Rp100 juta pada opsi B. Pembayaran dapat dilakukan sekaligus di awal atau dicicil sesuai mekanisme yang berlaku.
Rangkaian seleksi IUP periode ketiga dimulai dengan pendaftaran yang berlangsung pada 25 Mei hingga 8 Juli 2026.
Baca Juga: Coretax Sempat Down, DJP Tetap Layani Refund Pajak Turis Asing Lewat Mekanisme Khusus
Simulasi wajib dan pengarahan teknis ujian secara daring akan digelar pada 10 Juli 2026.
Selanjutnya, Tes Akademik SMITS dilaksanakan pada 13 Juli 2026 dan wawancara online pada 14 Juli 2026.
Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 16 Juli 2026.
Informasi lebih rinci mengenai Program Sarjana Internasional ITS dapat diperoleh melalui laman resmi penerimaan mahasiswa internasional yang disediakan oleh ITS.***




