POJOKSATU.id - Pemerintah mulai mengkaji kemungkinan perubahan sasaran dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui Badan Gizi Nasional (BGN), evaluasi tengah disiapkan guna memastikan bantuan yang digelontorkan negara benar-benar menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penajaman program atau refocusing yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran sekaligus memperluas manfaat MBG di wilayah yang masih menghadapi persoalan gizi dan keterbatasan akses pangan.

Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan pemerintah akan melakukan penilaian terhadap sekolah-sekolah penerima program, termasuk sekolah yang secara ekonomi dinilai memiliki kemampuan lebih baik dibandingkan sekolah lainnya.

Baca Juga: CPNS 2026 Jadi Dibuka Tahun Ini? Simak Prediksi Jadwal dan Kebutuhan Formasinya

Menurutnya, evaluasi diperlukan agar pemerintah memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan prioritas penerima manfaat pada periode berikutnya.

Sekolah yang memiliki kondisi ekonomi relatif baik berpotensi tidak lagi menjadi prioritas utama apabila dinilai mampu memenuhi kebutuhan konsumsi peserta didiknya secara mandiri.

Dengan demikian, alokasi anggaran dapat diarahkan kepada daerah atau kelompok masyarakat yang lebih membutuhkan intervensi pemerintah.

Baca Juga: Tak Harus Bangun Dapur Baru, MBG di Daerah Terpencil Bisa Manfaatkan Kantin Sekolah

Nanik menjelaskan, kebijakan tersebut bukan berarti pemerintah akan mengurangi komitmen terhadap program MBG.

Sebaliknya, langkah itu dilakukan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh kelompok yang selama ini belum terjangkau secara optimal.

Menurutnya, masih terdapat banyak wilayah yang memerlukan perhatian lebih besar, terutama daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Di sejumlah kawasan tersebut, akses terhadap makanan bergizi masih menjadi tantangan sehingga dukungan pemerintah dinilai memiliki dampak yang lebih signifikan.

Baca Juga: Viral Vendor Roti Bongkar Kelakuan Laknat SPPG di Kota Serang, Minta Manipulasi Harga Nota MBG

Dengan adanya realokasi anggaran, jumlah penerima manfaat di daerah prioritas berpotensi bertambah.

Pemerintah berharap kebijakan tersebut mampu meningkatkan efektivitas program sekaligus memperkuat upaya perbaikan gizi masyarakat secara nasional.

Selama ini, MBG dijalankan dengan cakupan yang luas dan menyasar berbagai sekolah di Indonesia.

Namun ke depan, pendekatan yang digunakan diperkirakan akan lebih selektif dengan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi serta kebutuhan riil di masing-masing daerah.

Baca Juga: Lewat Pasrah

BGN menilai bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya penerima manfaat, tetapi juga dari ketepatan sasaran dan dampak yang dihasilkan.

Oleh sebab itu, evaluasi berkala akan terus dilakukan agar pelaksanaan program dapat menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.

Melalui strategi penajaman sasaran tersebut, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi anak-anak yang benar-benar membutuhkan.

Fokus baru ini juga diharapkan memperkuat peran MBG sebagai instrumen peningkatan kualitas gizi sekaligus mendukung pemerataan kesejahteraan di berbagai wilayah Indonesia.

***