POJOKSATU.id - Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Kampus yang dikenal sebagai UIN Surakarta tersebut berhasil masuk dalam jajaran 10 besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia berdasarkan kinerja publikasi ilmiah internasional bereputasi yang terindeks Scopus sepanjang periode 2025–2026.
Data per Mei 2026 menunjukkan UIN Surakarta menempati peringkat ke-8 nasional pada kategori Scholarly Output atau jumlah dokumen publikasi internasional.
Total terdapat 84 dokumen yang berhasil dipublikasikan, terdiri atas 58 dokumen pada tahun 2025 dan 26 dokumen pada tahun 2026.
Tak hanya produktif dalam publikasi, UIN Surakarta juga mencatat capaian positif pada aspek dampak penelitian.
Pada kategori Citations atau jumlah sitasi, kampus ini berada di peringkat ke-9 nasional dengan total 77 sitasi, terdiri atas 72 sitasi pada 2025 dan lima sitasi pada 2026.
Baca Juga: Kebijakan Ekspor Satu Pintu Akan Menggeser Peta Geoekonomi Serantau ASEAN?
Capaian tersebut menempatkan UIN Surakarta sejajar dengan sejumlah PTKIN besar yang selama ini dikenal memiliki tradisi riset kuat dan produktivitas publikasi tinggi.
Dalam daftar nasional kategori jumlah dokumen, posisi teratas ditempati UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan 426 dokumen, disusul UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan 415 dokumen dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan 351 dokumen.
Di tengah persaingan tersebut, UIN Surakarta berhasil mengamankan posisi delapan besar nasional dengan capaian 84 dokumen publikasi internasional.
Sementara pada kategori sitasi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memimpin dengan 898 sitasi, diikuti UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan 502 sitasi dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan 442 sitasi.
UIN Surakarta berhasil menembus 10 besar nasional melalui perolehan 77 sitasi akademik.
Capaian ini menjadi indikator penting bahwa kualitas penelitian yang dihasilkan sivitas akademika UIN Surakarta semakin mendapat pengakuan.
Jumlah sitasi yang terus bertambah menunjukkan bahwa hasil penelitian kampus tidak hanya dipublikasikan, tetapi juga digunakan dan dirujuk oleh komunitas akademik yang lebih luas.
Budaya Riset Akademik Terus Menguat
Keberhasilan tersebut tidak hadir dalam waktu singkat. UIN Surakarta dalam beberapa tahun terakhir terus memperkuat budaya riset sebagai bagian dari strategi pengembangan institusi.
Atmosfer akademik di lingkungan kampus semakin dinamis dengan meningkatnya jumlah dosen, peneliti, dan akademisi yang aktif menghasilkan karya ilmiah pada jurnal internasional bereputasi.
Berbagai program penguatan kapasitas riset juga terus dijalankan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Prabowo Terima Pesan Khusus Emir Qatar, Indonesia dan Qatar Perkuat Kerja Sama Strategis
Mulai dari pelatihan penulisan artikel ilmiah, pendampingan publikasi internasional, klinik jurnal, hingga fasilitasi publikasi pada jurnal terindeks Scopus.
Upaya tersebut dinilai berhasil meningkatkan kualitas tata kelola penelitian sekaligus memperkuat budaya akademik berbasis riset yang menjadi fondasi penting dalam pengembangan perguruan tinggi.
Masuknya UIN Surakarta dalam 10 besar PTKIN nasional menjadi bukti bahwa kualitas penelitian kampus semakin diperhitungkan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kolaborasi Internasional Perkuat Reputasi Akademik
Selain memperkuat riset internal, UIN Surakarta juga terus memperluas jejaring akademik global sebagai bagian dari strategi internasionalisasi kampus.
Kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset luar negeri diwujudkan melalui penelitian kolaboratif, seminar internasional, konferensi akademik, pertukaran peneliti, hingga publikasi bersama dengan akademisi mancanegara.
Kolaborasi tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap kualitas penelitian yang dihasilkan.
Melalui sinergi lintas negara, penelitian menjadi lebih kompetitif, memiliki perspektif yang lebih luas, dan berpeluang memperoleh pengakuan yang lebih besar dari komunitas akademik global.
Berbagai program internasionalisasi yang terus dikembangkan juga memperkuat atmosfer akademik global di lingkungan kampus.
Tidak hanya berorientasi pada peningkatan reputasi institusi, penelitian yang dilakukan juga diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan sosial, kemasyarakatan, dan keumatan.
Menjadi Momentum untuk Terus Berkembang
Secara keseluruhan, data kinerja publikasi internasional PTKIN periode 2025–2026 menunjukkan perkembangan yang positif.
Tercatat terdapat 2.241 dokumen publikasi internasional dan 3.075 sitasi yang dihasilkan PTKIN di Indonesia selama periode tersebut.
Angka tersebut mencerminkan semakin kuatnya budaya riset, kolaborasi ilmiah, serta produktivitas akademik di lingkungan PTKIN nasional.
Bagi UIN Surakarta, keberhasilan masuk 10 besar PTKIN nasional menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi internasional pada masa mendatang.
Prestasi ini bukan sekadar capaian angka dalam pemeringkatan, melainkan juga cerminan dari kerja panjang sivitas akademika dalam membangun tradisi keilmuan yang kuat. ***




