POJOKSATU.ID - Kemensos secara resmi menggandeng Aliansi Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri se-Indonesia untuk memperkuat program Sekolah Rakyat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan ajakan kolaborasi ini dalam sebuah pertemuan resmi yang berlangsung di Kantor Kementerian Sosial di Jakarta.
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk mengintegrasikan peran akademisi muda dalam menyelesaikan persoalan sosial di tingkat akar rumput.
Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa sangat krusial melalui program pengabdian masyarakat.
Baca Juga: Para Menteri Dampingi Presiden Resmikan Operasional 1.061 KDKMP atau Koperasi Desa!
Mahasiswa yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) nantinya diharapkan dapat ditempatkan di wilayah yang memiliki program Sekolah Rakyat.
Peran utama para mahasiswa ini adalah menjadi jembatan penghubung yang efektif antara masyarakat setempat dan lembaga pendidikan tersebut.
Melalui intervensi ini, hubungan antara warga desa dan Sekolah Rakyat diharapkan dapat berjalan lebih harmonis dan tidak terputus.
Lebih lanjut, Gus Ipul menekankan pentingnya konsep keberlanjutan dalam program kolaborasi ini agar dampaknya terasa nyata.
Baca Juga: Dibangun Kurang dari Setahun, Pemerintah Targetkan 20 Ribu Koperasi Rampung Agustus 2026
Pihak kementerian menginginkan agar pergantian gelombang mahasiswa KKN tidak menghentikan pendampingan yang sudah berjalan.
Oleh karena itu, skema regenerasi pengabdian harus dirancang secara matang oleh pihak kampus dan organisasi mahasiswa.
Pola ini diyakini mampu memberikan kontribusi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di pedesaan.
Gayung bersambut, pihak Aliansi DEMA PTKIN menyambut baik rencana strategis yang dipaparkan oleh Kementerian Sosial tersebut.
Organisasi kemahasiswaan ini menegaskan bahwa fokus kerja mereka dalam beberapa tahun ke depan memang akan dititikberatkan pada bidang sosial.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat kementerian serta jajaran pengurus pusat aliansi mahasiswa untuk mematangkan konsep kerja sama.
Sinergi ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan gerakan sosial mahasiswa yang lebih terstruktur dan berdampak luas.
Dengan adanya komitmen dari kedua belah pihak, implementasi program Sekolah Rakyat ini diyakini akan berjalan lebih optimal di berbagai daerah.***




