POJOKSATU.ID - Kabupaten Seram Bagian Timur merupakan sebuah wilayah yang terletak di ujung paling timur Pulau Seram dengan pusat pemerintahan yang berada di Bula.
Wilayah ini menyimpan tantangan geografis yang cukup signifikan bagi perkembangan dunia pendidikan lokal, khususnya di Kecamatan Ukar Sengan.
Wilayah kecamatan tersebut berada tepat di bibir Pantai Manggis yang posisinya langsung berhadapan dengan luasnya hamparan Laut Banda.
Bagi siapa saja yang ingin mencapainya dari Kota Ambon, perjalanan darat dan laut yang melelahkan harus ditempuh selama kurang lebih dua belas hingga lima belas jam.
Baca Juga: Penyaluran Tunjangan Bulanan TPG dan TKG Bagi Guru Honorer dan PPPK
Opsi transportasi lain yang lebih cepat adalah dengan menggunakan maskapai penerbangan selama satu jam menuju Kufar, lalu dilanjutkan dengan perjalanan darat selama satu jam berikutnya.
Di tengah kondisi geografis yang menantang tersebut, berdiri institusi pendidikan menengah bernama SMA Nafiri Ukar.
Berdasarkan data resmi dari portal referensi milik Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sekolah ini tercatat memegang status akreditasi C.
Status evaluasi tersebut merefleksikan adanya kebutuhan mendesak untuk melakukan pembenahan mutu di berbagai lini satuan pendidikan terkait.
Baca Juga: MPR RI Batalkan Rencana Lomba Ulang LCC Empat Pilar di Kalimantan Barat
Salah satu persoalan krusial yang dihadapi wilayah ini adalah ketimpangan distribusi tenaga pendidik yang masih belum merata di berbagai sekolah.
Menurut pengamatan, beberapa bidang studi penting seperti sosiologi, geografi, sejarah, PPKN, dan bahasa Indonesia dilaporkan mengalami kekurangan pengajar yang sangat signifikan.
Sebaliknya, penumpukan tenaga pendidik justru terjadi pada mata pelajaran tertentu seperti pendidikan Agama Islam dan Biologi yang dinilai mengalami kelebihan kapasitas.
Untuk mengatasi persoalan kompetensi, Hairudin berharap pemerintah dapat menginisiasi program peningkatan kualitas dan kualifikasi akademik guru secara konvensional atau tatap muka.
Model pelatihan langsung seperti workshop menjadi pilihan utama mengingat wilayah Seram Bagian Timur masih terhambat oleh keterbatasan jaringan internet yang tidak stabil untuk pembelajaran daring.
Materi penguatan kompetensi tersebut sebaiknya difokuskan pada penguasaan teknologi serta sektor ekonomi yang berbasis pada kebutuhan nyata dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal.
Pada akhirnya, perbaikan mutu pendidikan di kawasan ini sangat bergantung pada komitmen pemangku kebijakan dalam mewujudkan keadilan sosial.
Hairudin menekankan bahwa pembenahan yang menyeluruh harus mencakup pemenuhan fasilitas penunjang sekolah, pemerataan sebaran guru, hingga pembukaan akses teknologi informasi yang memadai.
Penyediaan aspek-aspek krusial tersebut dinilai sangat penting agar seluruh peserta didik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal memiliki peluang yang setara untuk meraih masa depan yang jauh lebih cerah. ***




