POJOKSATU.id - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia di ajang internasional. Siswa SMP Negeri 2 Mataram, Akbar Rakha Satria, berhasil meraih gold award dalam Round Global English Olympiad Southeast Asia (GELOSEA) yang digelar di Singapura pada 5–8 April 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Indonesia karena Rakha mampu bersaing dengan peserta dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Ibu Rakha, Rita, mengungkapkan bahwa putranya memang aktif mengikuti berbagai kompetisi internasional di bidang Bahasa Inggris sejak beberapa tahun terakhir. 

Baca Juga: Memang Benar Ferdy Sambo Kuliah S2 dari Lapas Cibinong, Begini Kata Kementerian Imipas

Pada 2025 lalu, Rakha diketahui sempat mengikuti dua ajang internasional di Korea Selatan dan Malaysia.

“Tahun ini sebelum ke Singapura sudah ada babak penyisihan di Indonesia dan peserta yang lolos akan berkompetisi babak internasional di Singapura,” katanya, Selasa (12/5/2026).

Menurut Rita, kemampuan Bahasa Inggris Rakha tidak datang secara instan. 

Sejak kecil, Rakha sudah terbiasa menggunakan Bahasa Inggris dalam kesehariannya, termasuk saat berkomunikasi dengan teman-temannya.

Baca Juga: SIMAK UI 2026 Resmi Dibuka, Jalur Mandiri S1 Reguler dan Vokasi UI Bisa Daftar hingga 5 Juni

Selain aktif belajar dan mengikuti les Bahasa Inggris, Rakha juga tetap menjalani aktivitas lain seperti ekstrakurikuler basket di sekolah.

“Dari dulu Rakha sudah terbiasa menggunakan Bahasa Inggris, komunikasi dengan teman terkadang Rakha juga menggunakan bahasa Inggris,” ujar Rita.

Orang Tua Terapkan Aturan Bermain Game

Di balik prestasi Rakha, keluarga juga menerapkan pola disiplin yang konsisten sejak dini. 

Rita mengatakan anak-anak di rumah dibatasi dalam bermain game agar tetap fokus pada pendidikan dan pengembangan diri.

Baca Juga: Beasiswa SCG Sharing The Dream 2026 Resmi Dibuka, Cair hingga Rp8 Juta dan Ada Dana Proyek Rp15 Juta

Pada hari Senin hingga Jumat, Rakha lebih diarahkan untuk belajar dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Bermain game hanya diperbolehkan ketika hari libur.

“Bermain game itu hanya di hari libur. Ini aturan sudah lama dan anak-anak sudah memahami,” katanya.

Tak hanya mendukung dari sisi pendidikan, orang tua Rakha juga aktif mencari informasi mengenai berbagai olimpiade dan kompetisi tingkat nasional maupun internasional yang sesuai dengan minat dan kemampuan anaknya.

Baca Juga: Sekolah Maung Jawa Barat Resmi Dibuka Tahun Ajaran 2026-2027, Ini Daftar 41 SMA dan SMK Unggulan Pilihan Dedi Mulyadi

Biasanya, Rakha mengikuti tahap penyisihan secara daring terlebih dahulu sebelum akhirnya melaju ke babak final secara langsung di negara penyelenggara.

“Biasanya Rakha mengikuti babak penyisihannya daring dan untuk finalnya baru offline,” ungkap Rita, ibu kandung Rakha.

Prestasi Akbar Rakha Satria menjadi bukti bahwa dukungan keluarga, kedisiplinan, dan konsistensi belajar dapat membuka jalan bagi siswa Indonesia untuk bersaing di tingkat dunia. ***