POJOKSATU.ID - Universitas Brawijaya (UB) melakukan langkah besar dalam memperbarui identitas akademiknya melalui kebijakan Transformasi Nama Fakultas.

Perubahan ini secara resmi didasarkan pada Peraturan Rektor UB No. 44/2026 sebagai landasan hukum tetap di lingkungan universitas.

Tujuan utama dari transformasi ini adalah untuk melakukan penyesuaian keilmuan terkini agar tetap relevan dengan perkembangan sains dan teknologi di tingkat global.

Melalui perubahan nama ini, diharapkan profil lulusan dan fokus riset setiap fakultas menjadi lebih spesifik dan modern.

Baca Juga: Jangan Sampai Mati! Kenali Rincian Biaya dan Aturan Terbaru Pembuatan SIM Tahun 2026!

Terdapat empat fakultas utama yang mengalami perubahan nama cukup signifikan dalam kebijakan ini.

Pertama, Fakultas Pertanian (FP) kini bertransformasi menjadi Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBIPK).

Kedua, Fakultas Peternakan (Fapet) telah berganti nama menjadi Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FSTP).

Perubahan ketiga menyasar pada Fakultas MIPA (FMIPA) yang kini secara resmi bernama Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM).

Terakhir, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) kini menggunakan nama baru yaitu Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB).

Baca Juga: Ternyata Guru SMAN 1 Pontianak di Lomba Nasional Sudah Mencoba Protes, Netizen: Ini Pendidikan Karakter yang Nyata

Langkah ini mencerminkan komitmen Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi.

Integrasi istilah seperti "Biosistem", "Bio-Industri", dan "Sains Teknologi" menunjukkan bahwa UB ingin memperkuat daya saingnya di kancah internasional.

Bagi para mahasiswa dan calon pendaftar, informasi ini sangat penting untuk mengenali kembali identitas program studi yang mereka tuju.

Dengan semangat baru ini, Universitas Brawijaya siap melangkah menuju masa depan pendidikan yang lebih inklusif terhadap kemajuan teknologi global.

Kebijakan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pengembangan riset dan kolaborasi lintas sektor di masa mendatang.***