POJOKSATU.id - Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya atau UMTAS menjadi salah satu perguruan tinggi Islam yang terus berkembang di wilayah Priangan Timur.
Kampus ini lahir dari perjalanan panjang dunia pendidikan kesehatan yang kemudian berkembang menjadi universitas modern berbasis nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.
Cikal bakal UMTAS bermula dari berdirinya Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Muhammadiyah Tasikmalaya pada tahun 1983.
Saat itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tasikmalaya mendirikan lembaga pendidikan tersebut untuk memenuhi kebutuhan tenaga keperawatan di wilayah Priangan Timur.
Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukan Sinkronisasi Dapodik Sekolah?
SPK Muhammadiyah Tasikmalaya resmi memperoleh izin penyelenggaraan melalui Surat Keputusan Pusdiknakes Nomor HK104/Menkes/SK/VI/83 tertanggal 28 Juni 1983.
Kampus pertamanya berada di Jalan Rumah Sakit No. 29 Tasikmalaya sebelum akhirnya pindah ke kawasan Tamansari Gobras pada tahun 1985.
Selama sekitar 16 tahun, SPK Muhammadiyah Tasikmalaya terus berkembang dan menjadi salah satu lembaga pendidikan kesehatan yang cukup dikenal masyarakat.
Bahkan pada 1991, didirikan afiliasi SPK di Kabupaten Ciamis untuk memperluas layanan pendidikan tenaga kesehatan.
Namun, perubahan kebijakan pemerintah yang mewajibkan pendidikan perawat minimal setingkat akademi membuat Muhammadiyah Tasikmalaya mengambil langkah baru.
Baca Juga: Optimalisasi Fungsi Pengawasan Jadi Kunci Kemajuan Bank 9 Jambi
Pada tahun akademik 1998/1999, diajukan izin konversi menjadi Akademi Keperawatan Muhammadiyah Tasikmalaya.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah izin resmi keluar pada 23 Juni 1999 melalui Surat Keputusan Pusdiknakes Nomor HK.00.06.1.3.1770.
Perjalanan kampus terus berlanjut. Pada 19 November 2002, Akademi Keperawatan Muhammadiyah Tasikmalaya resmi berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Tasikmalaya (STIKep) berdasarkan SK Mendiknas Nomor 262/D/O/2002.
Kemudian pada 2006, statusnya kembali berkembang menjadi STIKes Muhammadiyah Tasikmalaya sesuai SK Mendikbud RI Nomor 221/D/O/2006.
Nah, tonggak penting berikutnya terjadi pada 17 Oktober 2014.
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 598/E/O/2014, STIKes Muhammadiyah Tasikmalaya resmi berubah menjadi Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya atau UMTAS.
Peresmian UMTAS dilakukan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat itu, Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin, M.A., pada 14 Januari 2015.
Saat ini, UMTAS mengusung visi menjadi universitas unggul dan Islami dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (IPTEKS) pada tahun 2035.
Dalam menjalankan misinya, UMTAS fokus pada pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga pembinaan sivitas akademika berdasarkan nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.
Tak hanya itu, logo UMTAS juga memiliki filosofi mendalam.
Simbol kelopak bunga melingkar melambangkan insan akademik berjiwa Islami, sementara lambang padi dan kapas merepresentasikan kesejahteraan dan sejarah Muhammadiyah yang berdiri pada 1912.
Warna-warna dalam logo pun memiliki arti tersendiri.
Biru melambangkan kedamaian, kuning bermakna kemuliaan tujuan, oranye menggambarkan kreativitas, dan hijau menjadi simbol kesejahteraan serta kesempurnaan.
Kini, UMTAS terus berkembang sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang tak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter Islami dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Perjalanan panjang UMTAS menjadi bukti bahwa pendidikan bukan sekadar soal gelar, tetapi tentang membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberi manfaat luas bagi sesama.***




