POJOKSATU.ID – Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam menghapus angka putus sekolah melalui penyediaan fasilitas pendidikan gratis yang inklusif.

Lokasi rintisan Sekolah Rakyat (SR) di STIA LAN Pejompongan, Jakarta Pusat, kini resmi berfungsi sebagai titik tambahan strategis untuk memperluas jangkauan layanan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu di wilayah ibu kota.

Kehadiran fasilitas di Pejompongan ini melengkapi jajaran Sekolah Rakyat yang sudah berdiri sebelumnya.

Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya kebutuhan ruang belajar yang layak bagi anak-anak yang selama ini terpinggirkan oleh faktor ekonomi, termasuk mereka yang menghabiskan keseharian bekerja di jalanan.

Baca Juga: Kenapa Calon Siswa Sekolah Rakyat Sampai Menangis di Pelukan Seskab Teddy?

Penambahan lokasi di STIA LAN Pejompongan bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada lagi anak di Jakarta yang kehilangan hak belajarnya hanya karena kendala finansial.

Melalui pendataan yang terintegrasi dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional, pemerintah menjangkau anak-anak yang benar-benar membutuhkan.

Fasilitas ini tidak hanya menyediakan ruang kelas, tetapi juga dirancang untuk memberikan dukungan menyeluruh.

Pemanfaatan lahan di STIA LAN Pejompongan sebagai Sekolah Rakyat mencerminkan sinergi antarlembaga dalam mengoptimalkan aset negara untuk kepentingan sosial.

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Bantuan Bansos, Gus Ipul Targetkan KPM Mandiri Secara Ekonomi oleh Kemensos

Dalam peninjauan tersebut, ditegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah bentuk kehadiran negara dalam memberikan proteksi sosial melalui jalur pendidikan.

Dengan tata kelola yang baik, fasilitas ini diharapkan mampu mentransformasi anak-anak jalanan menjadi lulusan yang tangguh dan mandiri.

Perluasan jangkauan ini diharapkan dapat terus berlanjut ke wilayah lain di Jakarta, guna memastikan target pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan merata bagi seluruh lapisan masyarakat dapat tercapai secara maksimal.***